Kali Cipulir Meluap, Debit Air Meningkat Tajam Sebabkan Banjir
📅 Jumat, 23 Jan 2026, 14:50 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Koran Jakarta/Ichsan Satria
JAKARTA - Kondisi Kali Cipulir pada hari ini menunjukkan peningkatan debit air seiring hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak malam hingga siang hari. Aliran air terlihat lebih deras dengan warna kecokelatan yang menandakan tingginya limpasan air hujan dari kawasan permukiman dan daerah hulu.
Pantauan di lapangan memperlihatkan permukaan air Kali Cipulir mendekati bibir tanggul di beberapa titik, terutama di area padat bangunan dan jalur lintasan air sempit. Arus yang menguat membuat sejumlah warga di sekitar bantaran sungai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi luapan.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hujan intensitas sedang hingga tinggi menyebabkan genangan di ratusan RT di wilayah Jakarta Barat, Selatan, Timur, dan Utara. Kondisi ini turut berdampak pada sistem aliran sungai, termasuk Kali Cipulir yang menjadi bagian dari jaringan drainase utama di Jakarta Selatan.
Wilayah Cipulir dikenal sebagai salah satu kawasan yang kerap terdampak banjir saat curah hujan tinggi berlangsung dalam durasi panjang. Kombinasi aliran kiriman, kapasitas sungai terbatas, dan padatnya kawasan permukiman membuat debit air lebih cepat naik.
Sejumlah warga yang bermukim di sekitar Kali Cipulir mengaku mulai bersiaga sejak pagi hari karena arus sungai terlihat lebih deras dibanding hari biasa. Aktivitas di bantaran sungai juga berkurang karena masyarakat memilih memantau kondisi air dan lingkungan sekitar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta diketahui melakukan pemantauan intensif terhadap titik-titik rawan luapan sungai dan saluran air. Pompa air di sejumlah lokasi strategis juga disiagakan untuk mengantisipasi genangan yang berpotensi meluas ke kawasan permukiman.
Selain faktor hujan lokal, meningkatnya debit Kali Cipulir juga dipengaruhi oleh aliran dari wilayah hulu yang menerima curah hujan serupa. Kondisi ini membuat volume air bertambah dalam waktu singkat dan mempercepat kenaikan permukaan sungai.
BPBD DKI Jakarta mencatat sebagian wilayah Jakarta Selatan masih berada dalam status siaga genangan akibat intensitas hujan yang belum stabil. Situasi ini membuat kawasan sekitar Kali Cipulir terus dipantau untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap permukiman warga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Cipulir dan sekitarnya menjadi perhatian karena frekuensi genangan yang cukup tinggi saat musim hujan. Normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase masih menjadi pekerjaan besar yang terus berjalan di wilayah ini.
Kondisi Kali Cipulir hari ini menjadi cerminan tekanan sistem aliran air Jakarta saat hujan deras datang bersamaan di banyak wilayah. Debit yang meningkat dan arus yang deras menunjukkan pentingnya pengelolaan sungai sebagai bagian dari pengendalian banjir perkotaan.
Hingga siang hari, permukaan air Kali Cipulir masih terpantau tinggi dan mengalir deras meski belum ada laporan resmi terkait luapan besar. Pemantauan lanjutan terus dilakukan untuk memastikan kondisi sungai tetap terkendali di tengah cuaca yang belum sepenuhnya stabil.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!