Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, Retno Ungkap 328 WNI di Sudan Dievakuasi Pada Tahap Kedua

📅 Kamis, 27 Apr 2023, 00:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Retno Ungkap 328 WNI di Sudan Dievakuasi Pada Tahap Kedua Doc: ANTARA/HO-Kemlu RI
Ket. Proses evakuasi WNI dari Sudan.

Jakarta - Gerak cepat. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengumumkan misi penyelamatan tahap kedua berhasil mengevakuasi 328 warga negara Indonesia (WNI) dari Sudanyang tengah dilanda konflik itu.

Mereka terdiri dari 29 perempuan, lima anak-anak, dan 294 laki-laki. Merekatelah tiba di Kota Port Sudan pada Rabu sekitar pukul 09.30 WIB, setelah menempuh perjalanan darat dari Khartoum, ibu kota Sudan.

"Sebagian besar mereka adalah mahasiswa, terdapat pula pekerja migran Indonesia dengan keluarganya, dan seorang tenaga profesionalairlines," tutur Retno ketika pernyataan pers secara daring mengenai evakuasi WNI dari Sudan.

Keberangkatan para WNI tersebut dipimpin oleh empat staf KBRI Khartoum, dengan menggunakan tujuh bus dan menempuh jalur perjalanan yang sama seperti evakuasi tahap pertama yaitu dari Khartoum melewati Atbara dan Sawakin untuk menuju Port Sudan.

"Selain WNI, evakuasi tahap kedua ini juga membawa tujuh WNA, yaitu enam warga negara Australia dan satu warga negara Sudan," kata Retno.

Sebelumnya, pemerintah telah mengungsikan538 WNI menuju Port Sudan untuk dibawa ke Jeddah, Arab Saudi, melalui jalur laut sebelum diterbangkan ke Indonesia.

Dalam perkembangannya, ternyata terdapat tambahan 31 WNI yang tiba di Port Sudan dari provinsi lain, sehingga total 569 diungsikan dalam evakuasi tahap pertama.

"Dari 569 WNI tersebut, 557 orang di antaranya sudah melanjutkan perjalanan melalui laut ke Pelabuhan Jeddah dan telah tiba di Jeddah pada Rabu sekitar pukul 10.00 WIB," ujar Retno.

Dua belas orang lainnya masih berada di Sudan. Sepuluh di antaranya 10 orang dari KBRI yang tetap tinggal sementara di Port Sudan untuk membantu evakuasi tahap kedua, sedangkan dua lainnya adalah WNI yangmasih menunggu penyelesaian dokumen perjalanan.

"Tim dari Kementerian Luar Negeri yang dipimpin oleh Direktur Perlindungan WNI, saat ini juga sedang menyeberang dari Jeddah ke Port Sudan untuk membantu evakuasi tahap kedua serta menyelesaikan segala urusan terkait evakuasi yang sangat rumit ini," kata Retno.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pertempuran antara tentara Sudan (SAF) dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) yang terjadi sejak 15 April lalu telah merenggut sedikitnya 459 nyawadan 4.072 orang terluka.

Konflik mematikan itu dipicu ketidaksepakatan antara SAF dan RSFmengenai reformasi militer.

Pertempuran di Sudan terhenti sementara mulai Selasa (25/4) setelah kedua pihak menyetujui gencatan senjata selama tiga harisehingga penduduk Sudan bisa menyelamatkan diri, dan negara-negara lain bisa mengungsikanwarganya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.