Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset dan Sains Bicara tentang Cinta

📅 Sabtu, 22 Apr 2023, 11:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Penelitian yang melihat perubahan cinta romantis dari waktu ke waktu biasanya menemukan bahwa meskipun cinta yang penuh gairah diawali denga intensitas yang tinggi, cinta tersebut akan menurun seiring berjalannya suatu hubungan.

Ada berbagai alasan untuk hal ini.

Ketika pasangan belajar lebih banyak tentang satu sama lain dan menjadi lebih percaya diri dalam masa depan jangka panjang hubungan, rutinitas pun berkembang. Kesempatan untuk mengalami hal baru dan kegembiraan juga dapat menurun, begitu juga dengan frekuensi aktivitas seksual. Hal ini dapat menyebabkan gairah cinta mereda.

Meskipun penurunan cinta yang penuh gairah tidak dialami oleh semua pasangan, berbagai penelitian melaporkan sekitar 20-40% pasangan mengalami penurunan ini. Dari pasangan yang telah menikah lebih dari sepuluh tahun, penurunan paling tajam kemungkinan besar terjadi pada dekade kedua.

Peristiwa kehidupan dan transisi juga dapat membuat sulit untuk mengalami gairah. Orang-orang memiliki tanggung jawab yang saling bersaing yang memengaruhi energi mereka dan membatasi kesempatan untuk menumbuhkan gairah. Menjadi orang tua adalah salah satu contohnya.

Sebaliknya, cinta yang penuh belas kasih biasanya ditemukan meningkat seiring berjalannya waktu.

Meskipun penelitian menemukan bahwa sebagian besar hubungan romantis terdiri dari cinta yang penuh gairah dan cinta penuh kasih, ketiadaan atau berkurangnya bentuk cinta yang kedua, lebih dari bentuk cinta yang pertama, yang dapat berdampak negatif pada kelanggengan hubungan romantis.

Tapi apa gunanya cinta?

Cinta adalah sebuah emosi yang membuat orang terikat dan berkomitmen satu sama lain. Dari perspektif psikologi evolusioner, cinta berevolusi untuk menjaga orang tua dan anak tetap bersama dalam waktu yang cukup lama sehingga mereka dapat bertahan hidup dan mencapai kematangan seksual.

Masa kanak-kanak pada manusia jauh lebih lama dibandingkan spesies lain. Karena keturunan bergantung pada orang dewasa selama bertahun-tahun untuk bertahan hidup dan mengembangkan keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk hidup sukses, cinta sangat penting bagi manusia.

Tanpa cinta, sulit untuk melihat bagaimana spesies manusia dapat berevolusi.

Landasan biologis juga

Tidak hanya ada dasar evolusi untuk cinta, cinta juga berakar pada biologi. Studi Neurofisiologis tentang cinta romantis menunjukkan bahwa orang yang sedang dilanda cinta yang menggebu-gebu mengalami peningkatan aktivasi di daerah otak yang terkaitan dengan penghargaan dan kesenangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.