Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jelang Tahun Politik, Waspada Penyebaran Ujaran Kebencian dan Hoaks di TikTok

📅 Selasa, 11 Apr 2023, 13:32 WIB | Oleh: Tim Penulis

Propaganda etnoreligius di platform seperti TikTok dapat menimbulkan konsekuensi di kehidupan nyata, seperti meningkatnya ketegangan di antara berbagai kelompok etnis dan agama.

Hal ini terbukti selama Pemilu Indonesia 2019. Kala itu terjadi peningkatan yang signifikan dalam ujaran kebencian, misinformasi, dan disinformasi di media sosial yang berujung pada protes di dunia nyata dan insiden kekerasan.

Ujaran kebencian selama pemilu sering kali berbentuk klaim-klaim palsu yang dibuat tentang kandidat lawan dan pendukungnya yang bertujuan untuk menyulut kemarahan dan permusuhan.

Protes-protes ini berubah menjadi kekerasan, ditandai dengan bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan yang mengakibatkan beberapa orang meninggal dan banyak yang terluka.

Untuk mencegah situasi serupa muncul di masa depan, sangat penting untuk mengatasi masalah ujaran kebencian dan informasi yang salah di TikTok, memastikan bahwa hal tersebut tidak menimbulkan ketegangan dan kekerasan.

TikTok perlu meningkatkan sistem moderasi kontennya

Menjelang pemilu di Indonesia, TikTok perlu untuk meningkatkan sistem moderasi kontennya untuk membatasi propaganda di platformnya.

Untuk mengatasi masalah ini, TikTok harus meningkatkan algoritme AI dan machine learning dengan set data yang beragam untuk meningkatkan deteksi propaganda. Selain itu, mempekerjakan lebih banyak moderator terampil yang menguasai bahasa dan norma setempat sangat penting untuk menangani konten yang bernuansa SARA.

Untuk lebih memahami konteks Indonesia, TikTok harus meningkatkan kolaborasi dengan para ahli, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan akademisi lokal untuk mendapatkan wawasan yang berharga dalam mengatasi tantangan ujaran kebencian dan disinformasi.

Terakhir, TikTok harus transparan mengenai upaya moderasi, kebijakan, dan kemajuannya, termasuk menerbitkan laporan transparansi dan terlibat dalam dialog terbuka dengan para pengguna dan pemangku kepentingan.

Dengan melakukan pendekatan yang komprehensif dan proaktif, TikTok dapat membantu menciptakan lingkungan online yang lebih aman dan inklusif selama pemilihan umum di Indonesia yang akan datang.

Demetrius Adyatma Pangestu dari Universitas Bina Nusantara menerjemahkan artikel ini dari bahasa InggrisThe Conversation

Nuurrianti Jalli, Assistant Professor of Communication Studies College of Arts and Sciences Department of Languages, Literature, and Communication Studies, Northern State University

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.