Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jelang Tahun Politik, Waspada Penyebaran Ujaran Kebencian dan Hoaks di TikTok

📅 Selasa, 11 Apr 2023, 13:32 WIB | Oleh: Tim Penulis

Tanpa pengawasan yang tepat, TikTok berpotensi menjadi tempat berkembang biak bagi para aktor politik dan cyberarmies (tentara siber).

Cyberarmies adalah kelompok individu yang terorganisasi yang terlibat dalam aktivitas siber yang terkoordinasi, sering kali dengan tujuan mempengaruhi opini publik, mengganggu komunikasi online, atau melakukan perang siber.

Dalam hal ini, aktor politik menggunakan cyberarmies untuk menyebarkan propaganda etnoreligius, yang semakin memperparah ketegangan dan perpecahan.

Hal ini terlihat jelas selama pemilu Malaysia 2022, ketika narasi berbahaya beredar dengan cepat di platform tersebut, sementara intervensi TikTok terbukti tidak cukup untuk mengekang penyebarannya.

Keuntungan politik dan opini publik

Riset awal saya mengindikasikan bahwa propaganda etnoreligius sudah beredar menjelang pemilihan umum yang akan datang di Indonesia.

Salah satu contoh dari konten tersebut adalah video fitnah yang menyasar mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang merupakan salah satu kandidat dalam pemilu yang akan datang.

Video yang diposting oleh @logikapolitik pada 12 Januari 2023 ini dimulai dengan pernyataan yang menghasut, "memberikan nama baptis lebih buruk daripada makan daging babi". Narator kemudian menyarankan Anies, yang sebelumnya didukung oleh kelompok Islam garis keras, dalam upaya untuk menarik pendukung Kristen, "berpindah agama" menjadi Kristen setelah menerima nama Yohanes.

Contoh ini menunjukkan bagaimana aktor politik dapat mengeksploitasi propaganda di TikTok untuk memajukan agenda dan memanipulasi opini publik. Hingga 6 April 2023, video tersebut masih ada di platform tersebut.

Kita juga harus mengantisipasi penggunaan tentara siber di platform seperti TikTok, seperti yang terjadi pada pemilu sebelumnya.

Para individu ini sering beroperasi melalui akun anonim atau akun palsu yang memungkinkan mereka untuk menyebarkan dan memperkuat pesan-pesan diskriminatif dengan cepat.

Dengan membuat pesan-pesan ini tampak lebih populer dari pada yang sebenarnya, mereka dapat secara efektif mempengaruhi opini publik dan memperburuk perpecahan dalam masyarakat.

Dampak di kehidupan nyata

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.