Swasta RI Kritik AS atas Diskriminasi Subsidi Hijau untuk Bahan Mineral Kendaraan Listrik
📅 Jumat, 31 Mar 2023, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSejak awal tahun 2025, perusahaan yang ingin menerima kredit penuh harus menghilangkan mineral dan komponen penting Tiongkok dari rantai pasokan mereka sama sekali.
"Membangun rantai pasokan terpisah yang bergantung pada nikel Indonesia, satu untuk AS yang sesuai dengan IRA dan satu lagi untuk pasar lain, tidak mudah diterapkan mengingat tidak ada FTA antara AS dan Indonesia dan dominasi Tiongkok dalam nikel di Indonesia," kata Direktur Eksekutif konsultan kendaraan listrik New Electric Partners, Ross Gregory.
"Intinya adalah seberapa besar kelonggaran yang akan diberikan dalam interpretasi IRA untuk pengolahan hilir eksternal sumber nikel Indonesia," tambahnya.
Seorang eksekutif pertambangan AS yang akrab dengan negosiasi mengatakan "hampir pasti" tidak akan ada kesepakatan untuk Indonesia dalam waktu dekat, sementara interpretasi klausul "entitas sing yang menjadi perhatian" tidak mungkin diklarifikasi hingga bulan depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nasib Indonesia juga memiliki konsekuensi yang lebih luas bagi rantai pasokan kendaraan listrik di wilayah tersebut. Konglomerat Korea Selatan LG, SK Group, Samsung dan Hyundai merupakan investor signifikan di segmen hilir termasuk katoda, sel baterai dan produksi kendaraan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!