Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus Positif Covid-19 di RI Bertambah 511

📅 Rabu, 29 Mar 2023, 00:01 WIB | Oleh:
Kasus Positif Covid-19 di RI Bertambah 511 Doc: Sumber: Covid19.go.id

JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat jumlah kasus positif Covid-19 saat ini mengalami penambahan 511 kasus, sehingga totalnya ada 6.744.873 kasus hingga Selasa (28/3) pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan data Satgas yang diterima Antara, di Jakarta, Selasa, penambahan kasus positif terbanyak terjadi di DKI Jakarta, yakni 234 kasus, Jawa Barat 108 kasus, Jawa Timur 47 kasus, Banten 41 kasus, dan Jawa Tengah 25 kasus.

Penambahan pada kasus positif, diikuti dengan peningkatan tren kasus aktif yang kini mencapai 4.755 kasus, setelah bertambah 330 kasus dari hari sebelumnya. Lima orang dinyatakan meninggal akibat Covid-19. Per hari ini, total kasus kematian ada 161.005 jiwa.

Sementara pasien sembuh bertambah 176 orang, dan jumlahnya kini mencapai 6.579.113 orang.

Sebanyak 18.956 spesimen sudah diperiksa di seluruh laboratorium yang ada di Indonesia. Sedangkan 1.336 orang dinyatakan sebagai suspek Covid-19.

Kemudian, terkait dengan vaksinasi, penerima dosis pertama meningkat menjadi 203.821.575 orang. Penerima dosis kedua ada 174.851.388 orang, penerima dosis ketiga 68.614.687 orang, dan penerima dosis keempat ada 3.069.559 orang.

Sampai berita ini dirilis, Satgas belum merinci berapa penambahan penerima vaksin di tiap dosisnya. Namun, pemerintah memastikan jika 234.666.020 penduduk menjadi target dari vaksinasi Covid-19.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempersilahkan seluruh masyarakat untuk buka puasa bersama (bukber) dan mengikuti kegiatan mudik 2023, dalam kondisi yang sehat dan tetap aman dari berbagai penularan penyakit.

"Tidak apa-apa, mudik saja. Kalau bukber kan hanya (pegawai), Aparatur Sipil Negara (ASN) saja yang tidak boleh," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi.

Masih Terkendali

Nadia menuturkan situasi pandemi Covid-19 di Indonesia sampai hari ini masih terpantau terkendali, sehingga memungkinkan bagi masyarakat untuk menikmati bukber bersama ataupun mudik bertemu keluarga di kampung halaman.

Terkait dengan peningkatan kasus positif Covid-19, ia mengatakan selama kasus yang terjadi dalam masyarakat cenderung bergejala ringan dan memungkinkan masyarakat untuk sembuh, pemerintah bisa mempersilahkan kedua kegiatan tersebut berjalan seperti biasanya, begitu pula dengan kasus kematian yang terkendali.

"Kalau fatalitas atau kematian masih dalam jumlah seperti kasus penyakit-penyakit sama seperti penyakit lainnya, itu tidak perlu khawatir. Tapi, kalau kemudian kasus kematiannya berlipat ganda dari penyakit pada umumnya, itu kita khawatir atau kalau banyak orang sakit, itu artinya dia berat. Insya Allah pandemi benar-benar terkendali, bisa mudik," katanya.

Nadia menambahkan baik mudik atau kegiatan buka bersama tidak dijadikan pemerintah sebagai momentum memaksakan masyarakat untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.