Kartel Narkoba Meksiko Mulai Menggunakan Senjata yang Diselundupkan dari Ukraina
📅 Rabu, 29 Mar 2023, 07:25 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPenegasan Ukraina
Pada satu titik tahun lalu, bahkan Ukraina mengaku menyelundupkan bantuan kemanusiaan yang dikirim ke negara itu dan senjata. Pada pertengahan Juli, Biro Keamanan Ekonomi Ukraina mengumumkan bahwa penjualan bantuan kemanusiaan yang terdaftar berulang kali datang dari negara-negara Barat, serta senjata. Ini diumumkan oleh direktur departemen, Vadim Melnik, di saluran TV "24 Ukraine News".
"Bahkan barang-barang militer dijual untuk uang tunai. Kami memiliki fakta seperti itu," kata Melnik.
Menurut dia, pihaknya sedang menyelidiki kasus terkait penjualan bantuan kemanusiaan yang diterima dari mitra asing.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejauh menyangkut penjualan produk dan senjata militer, departemen tersebut telah mendaftarkan sekitar sepuluh kasus kriminal semacam itu. Melnik menekankan bahwa ini adalah jumlah kejahatan serupa, karena lembaga penegak hukum Ukraina lainnya mencatat pelanggaran serupa.
Bahkan, tidak hanya Ukraina dan Interpol, Defense Security Cooperation Agency (DSCA), badan yang bertanggung jawab atas penjualan senjata asing AS, juga menyatakan keprihatinan mereka tentang perdagangan ilegal. Badan tersebut, mengatakan mereka tidak memiliki informasi tentang senjata yang mereka kirimkan. Mereka hanya mengandalkan informasi yang diberikan oleh Ukraina. Oleh karena itu DSCA bersikeras pada kontrol lapangan.
Contoh-contoh ini dan semua yang tidak dilaporkan sejauh ini tidak dimaksudkan untuk menodai perjuangan Ukraina melawan Rusia. Selama masa perang sepanjang sejarah manusia memang ada bukti perdagangan ilegal dan barang selundupan. Adalah wajar itu terjadi ketika tidak ada kontrol.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!