Tuberkulosis Sulit Dikendalikan, Peran Tenaga Kefarmasian Dibutuhkan
📅 Sabtu, 25 Mar 2023, 10:45 WIB | Oleh: Tim PenulisRendahnya angka pelaporan TB dapat disebabkan oleh kegagalan sistem kesehatan dalam mendata dan melaporkan kasus TB yang telah terdiagnosis, baik yang berada di fasilitas kesehatan publik maupun swasta.
Namun kemungkinan lain yang lebih mengerikan lagi adalah kegagalan sistem kesehatan dalam menemukan, mendiagnosis, dan mengobati kasus TB yang ada di masyarakat. Hal ini berdampak pada penularan TB yang semakin masif di masyarakat.
Kegagalan pengobatan TB juga masih banyak dilaporkan dengan berbagai faktor yang melatarbelakanginya, seperti dalam temuan studi kami.
WHO menekankan bahwa TB merupakan permasalahan multidimensi yang tidak hanya bertumpu pada aspek medis saja. Namun, juga melibatkan aspek-aspek ilmu pengetahuan,teknologi, manajerial, sosial, politik, dan budaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oleh karena itu, penyelesaian yang melibatkan semua pihak sangat diperlukan sehingga dapat melahirkan terobosan baru dalam menyelesaikan masalah TB di Indonesia.
Peran Tenaga Kefarmasian untuk Kendalikan TB
Paradigma dunia kefarmasian telah berubah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini, orientasi pelayanan kefarmasian tidak hanya berfokus pada aktivitas penyediaan obat saja, namun juga berfokus pada kerasionalan penggunaan obat yang berorientasi pada luaran pengobatan.
Atas dasar tersebut, pelayanan langsung kepada pasien untuk memastikan rasionalitas dan luaran pengobatan yang optimal menjadi bagian yang terintegrasi dalam pelayanan kefarmasian modern.
Inovasi pelayanan kefarmasian dalam pengendalian penyakit TB telah berkembang. Saya dan tim melakukan studi tinjauan sistematis terhadap 201 artikel ilmiah yang relevan terkait dengan pelayanan kefarmasian TB di luar negeri.
Studi-studi yang ada menunjukkan berbagai model pelayanan kefarmasian TB baik dalam setting komunitas (apotek, puskesmas) maupun rumah sakit.
Pada setting komunitas, model pelayanan kefarmasian mencakup berbagai jenis pelayanan. Seperti, pelayanan untuk meningkatkan penemuan kasus TB di masyarakat melalui aktivitas skrining dan rujukan kasus TB. Lalu pelayanan pemeriksaan dan pembacaan tes tuberkulin untuk penegakan diagnosis TB laten (TB yang tidak bergejala).
Selain itu, ada praktik kolaborasi untuk meningkatkan penyelesaian pengobatan pasien TB melalui pemantauan dan penyelesaian permasalahan mengenai pengobatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!