Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri KKP: Lima Kebijakan Ekonomi Biru Jaga Ekosistem Perikanan

📅 Minggu, 23 Mar 2025, 16:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menteri KKP: Lima Kebijakan Ekonomi Biru Jaga Ekosistem Perikanan Doc: ANTARA/Humas KKP
Ket. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan bahwa telah menetapkan lima kebijakan ekonomi biru untuk menjaga ekosistem perikanan sebagai salah satu sumber pangan, serta untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan negara.

“Menjaga ekologi ini penting sekali, karena kalau sudah rusak, dampaknya tidak hanya membahayakan kelangsungan ekosistem di dalamnya, kehidupan kita juga terancam,” kata Trenggono dalam keterangan di Jakarta, Minggu (23/3).

Ia menyebut bahwa kelima program ekonomi biru tersebut, yakni pertama perluasan kawasan konservasi laut, kedua penangkapan ikan terukur (PIT) berbasis kuota, ketiga pengembangan budi daya perikanan di pesisir darat dan laut.

Program ekonomi biru keempat, yakni pengawasan dan pengendalian pemanfaatan pesisir dan pulau-pulau kecil, dan kelima pengentasan sampah plastik di laut melalui gerakan partisipasi nelayan.

Sektor kelautan dan perikanan mampu berkontribusi maksimal pada sistem ketahanan pangan nasional.

Sektor tersebut rata-tara per tahunnya mampu menghasilkan lebih dari 20 juta ton produk, yang bersumber dari hasil tangkapan sekitar 7 juta ton, budi daya sebesar 5 - 6 juta ton, serta rumput laut di kisaran 9 juta ton.

"Melalui kebijakan ekonomi biru, produktivitas tersebut terus ditingkatkan KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan), termasuk kualitas dan mutu produk yang dihasilkan," ujar Trenggono.

Menteri Trenggono optimistis, pengelolaan sektor kelautan dan perikanan yang ramah lingkungan akan berkontribusi maksimal pada pencapaian target swasembada pangan yang sudah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meraih penghargaan Maritime Leadership Excellence in Food Security Award dalam acara Food Summit 2025 yang digelar di Jakarta, Rabu (19/3).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Menteri Trenggono dalam mewujudkan masa depan pangan biru Indonesia yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Doni Ismanto Darwin menambahkan bahwa selain fokus meningkatkan produksi dan mutu hasil perikanan, KKP juga terus memperbaiki sistem pengawasan berbasis satelit dengan mengembangkan ocean big data dan neraca sumber daya laut.

Pengembangan perangkat teknologi tersebut di antaranya untuk menekan praktik ilegal fishing yang berdampak buruk pada pertumbuhan populasi dan ekosistem perikanan, monitoring ekosistem karbon biru, hingga mengawasi kegiatan di ruang laut yang menyalahi aturan.

“Pak Menteri Trenggono di periode keduanya di KKP berupaya mengakselerasi program-program ekonomi biru untuk mendukung pencapaian target swasembada pangan dan pertumbuhan ekonomi 8 persen," kata Doni.

"Sinergi dengan lintas sektor pun terus beliau galang demi memastikan sektor kelautan dan perikanan melaju ke arah yang lebih baik,” tambah Doni. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.