Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Puncak musim kemarau tahun ini di Pulau Jawa bergeser lebih awal

📅 Selasa, 10 Jun 2025, 16:55 WIB | Oleh:
BMKG: Puncak musim kemarau tahun ini di Pulau Jawa bergeser lebih awal Doc: ANTARA/Louis Rika
Ket. Ilustrasi: Petani tembakau di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, bersiap menyediakan lahan untuk melakukan penanaman komoditas tembakau jelang memasuki musim kemarau tahun 2025.

Jakarta -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan pergeseran puncak musim kemarau 2025 yang paling signifikan terjadi di wilayah Pulau Jawa.

Direktur Informasi Perubahan Iklim BMKG Fachri Radjab di Jakarta, Selasa, menjelaskan pergeseran ditemukan setelah dilakukan pemutakhiran data analisis iklim terbaru pada Mei 2025, menggantikan prediksi sebelumnya yang berbasis kondisi iklim Februari.

"Pergeseran ini dipengaruhi faktor dinamika atmosfer, diantaranya masih cukup banyaknya suplai uap air ke wilayah Indonesia," kata dia.

Berdasarkan hasil pemutakhiran BMKG itu, awal musim kemarau di banyak wilayah Jawa yang semula diperkirakan terjadi pada dasarian III April - dasarian I Mei kini bergeser menjadi dasarian III Mei hingga dasarian I Juni.

Menurut dia, pergeseran tiga - lima dasarian ini khususnya terdeteksi jelas di Jawa, terutama Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Lalu sebagian besar zona musim di wilayah Jawa mengalami pemutakhiran prediksi puncak musim kemarau menjadi bulan Juni, Juli dan Agustus 2025.

"Di Jawa puncaknya justru diprediksi lebih awal, atau lebih cepat datang dibanding rata-ratanya dalam periode 30 tahun. Dan durasinya juga lebih pendek sama halnya di Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara," ujarnya.

Sementara itu ia menambahkan sebagian besar wilayah di pulau lainnya akan tetap mengalami puncak musim kemarau yang serupa dengan kondisi normal.

Namun dengan adanya perubahan pola iklim ini menuntut penyesuaian strategi mitigasi bagi sektor-sektor terdampak, termasuk pertanian dan pengelolaan sumber daya air.

"Ini penting untuk mengantisipasi potensi dampak kekeringan dan ketahanan pangan. Kami mengimbau masyarakat dan pemangku kebijakan untuk terus mengikuti informasi resmi dari BMKG," kata Fachri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.