Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Deteksi Dini TB pada Siswa Sekolah

📅 Jumat, 25 Apr 2025, 18:45 WIB | Oleh:
Deteksi Dini TB pada Siswa Sekolah Doc: Antara

Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, bersama Rumah Sakit Umum (RSU) Budi Rahayu Pekalongan terus menggencarkan gerakan deteksi dini (skrining) tuberkulosis (TB) pada siswa sekolah sekaligus melakukan cek kesehatan gratis pada para guru.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai upaya pencapaian target eliminasi tuberkulosis sekaligus memperingati Hari Tuberkulosis Dunia dan Hari Ulang Tahun Ke-50 RSU Budi Rahayu.

"Dalam kesempatan itu, kami memberikan penyuluhan sekaligus skrining TB yang menyasar ratusan pelajar sekolah di SMP Pius dan cek kesehatan gratis (CKG) pada para guru untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap prima," katanya.

Ia didampingi Pengelola Program Tuberkulosis Indayah Dewi Tunggal mengatakan selama ini RSU Budi Rahayu senantiasa berperan aktif membantu kinerja Dinas Kesehatan dalam mendukung pencegahan dan pengobatan tuberkulosis.

Sebelumnya, kata dia, Dinas Kesehatan bersama RSU Budi Rahayu juga telah melakukan deteksi dini tuberkulosis serta bakti sosial pemberian sirup kepada warga maupun suspek tuberkulosis.

"Kali ini kami mengadakan bakti sosial berupa penyuluhan dan skrining tuberkulosis bekerjasama dengan RSU Budi Rahayu dan SMP Pius Kota Pekalongan," katanya.

Menurut dia, deteksi dini tuberkulosis ini menyasar para siswa maupun guru yang memiliki gejala batuk di sekolah karena dinilai memiliki potensi kerawanan tersebarnya penyakit tersebut.

"Ketika ada satu siswa yang sakit tuberkulosis dan tidak terdeteksi atau tidak terskrining dari awal maka bisa dengan cepat akan menyebarkan ke teman-temannya maupun warga sekolah," katanya.

Ia mengatakan dengan gencar melakukan gerakan skrining diharapkan daerah ini bisa mengeliminasi tuberkulosis di 2030.

"Pada 2024, jumlah kasus tuberkulosis sudah mencapai 1.023 dan angka prevalensinya juga masih tinggi. Artinya per 100.000 jumlah penduduk itu masih ada lebih dari 100 pasien TB," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.