Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Apa yang Harus Dilakukan Setelah The Fed Menaikkan Suku Bunga untuk Kesembilan Kali

📅 Kamis, 23 Mar 2023, 12:01 WIB | Oleh:
Apa yang Harus Dilakukan Setelah The Fed Menaikkan Suku Bunga untuk Kesembilan Kali Doc: Istimewa
Ket. Menurut Bankrate, rekening tabungan online sekarang menawarkan tarif setinggi 5 persen, jauh di atas rata-rata rekening tabungan nasional 0,23 persen.

NEW YORK CITY - Setelah dua minggu gejolak perbankan, Federal Reserve pada Rabu (22/3) melanjutkan upaya untuk menekan inflasi dengan menaikkan suku bunga utamanya, kenaikan kesembilan selama setahun terakhir.

Dikutip dari Cable News Network, peningkatan yang terjadi setelah regulator AS melakukan sejumlah upaya meningkatkan kepercayaan itu, akan berdampak pada tabungan, pinjaman, kartu kredit, dan investasi konsumen.

"Pengembalian rekening tabungan dan CD (sertifikat deposito) adalah yang terbaik dalam 15 tahun," kata kepala analis keuangan Bankrate.com, Greg McBride.

"Tetapi rata-rata suku bunga kartu kredit sekarang mencapai rekor tertinggi di atas 20 persen, suku bunga kredit mobil berada pada level tertinggi 12 tahun dan suku bunga hipotek masih di utara 6,5 persen. Penting bagi penabung dan peminjam untuk berbelanja untuk mendapatkan keuntungan, atau meminimalkan dampak, dari kenaikan suku bunga," ujarnya.

Jadi, inilah beberapa cara untuk memposisikan uang untuk mendapatkan hasil maksimal dari tarif yang lebih tinggi, sekaligus melindungi diri dari biayanya.

Tingkat yang lebih tinggi berarti tabungan yang paling likuid, yang disisihkan untuk pengeluaran darurat atau tujuan jangka pendek seperti dana liburan atau bahkan uang muka yang diperlukan dalam 12 bulan ke depan, akhirnya dapat menghasilkan uang setelah bertahun-tahun mendapatkan penghasilan praktis tidak ada. Kecuali, jika orang masih menyimpan uang di bank terbesar. Mereka menawarkan tingkat tabungan terendah.

Tetapi, kata Bankrate, rekening tabungan online sekarang menawarkan tarif setinggi 5 persen, jauh di atas rata-rata rekening tabungan nasional 0,23 persen.

"Anda meninggalkan banyak uang di atas meja jika Anda tidak pergi ke bank online," kata McBride.

"Pastikan saja untuk memilih salah satu yang diasuransikan oleh FDIC, sehingga Anda bisa tenang karena mengetahui simpanan Anda hingga 2.500 ribu dolar AS akan dilindungi jika bank mengalami masalah," katanys.

Di antara sertifikat deposito dengan hasil tertinggi, ada beberapa CD satu tahun yang diasuransikan secara federal dengan tarif setinggi 5,15 persen, jauh di atas rata-rata nasional 1,62 persen saat ini.

"Jadi, berbelanjalah," ujar McBride.

Mengingat tingkat inflasi yang masih tinggi saat ini, obligasi tabungan Seri I mungkin menarik karena dirancang untuk mempertahankan daya beli uang. Deposan masih bisa mendapatkan tingkat 6,89 persen saat ini pada Obligasi I jika membelinya sebelum akhir April.

Tingkat itu akan berlaku selama enam bulan jika menyelesaikan pembelian sebelum disetel ulang pada 1 Mei. Jika inflasi turun, tingkat Obligasi I juga akan turun.

Ada beberapa batasan: Orang hanya dapat berinvestasi maksimal 10 ribu dolar AS setahun. "Anda tidak dapat menebus obligasi di tahun pertama. Dan jika Anda menguangkan antara tahun kedua dan kelima, Anda akan kehilangan bunga tiga bulan sebelumnya," ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...
Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.