Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cisaat Jadi Lokus Stunting, Puan Maharani Hadirkan Kelor Sebagai Solusi

📅 Kamis, 16 Mar 2023, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Bendahara Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), Heni Mulyani-yang mewakili para kepala desa-menyampaikan rasa syukurnya karena tim HaloPuan bisa sampai ke Cisaat. Heni melihat tingginya angka stunting di Cisaat, yang lokasinya hanya sekita 5 kilometer dari Kota Sukabumi, dikarenakan tingkat kepedulian warga untuk membawa anak-anaknya ke posyandu masih kurang meskipun para kepala desa sudah bekerja keras mengimbau mereka.

"Oleh karena itu saya berterima kasih kepada tim Mbak Puan Maharani yang bisa hadir di Kecamatan Cisaat," katanya. "Semoga kegiatan ini bisa mendatangkan banyak manfaat bagi warga."

Apa yang disampaikan Heni diakui juga oleh Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Cisaat, Lia Lidiawati. Lia mengatakan penyebab tingginya angka stunting di Kecamatan Cisaat karena warga yang memiliki balita malas datang ke posyandu-posyandu setempat. Ini menyebabkan mereka kurang memahami pola asuh yang baik bagi anak-anak mereka.

"Kami dari kecamatan hampir tiap hari mendatangi posyandu-posyandu untuk menggerakkan warga dan ibu-ibu PKK," katanya.

Lia menyampaikan apresiasi kepada HaloPuan yang telah ikut membantu pemerintah Kecamatan Cisaat dalam memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana pola asuh dan pola makan yang baik kepada warga. "Ini kegiatan edukasi yang bagus sekali, apalagi ada tambahan inovasi mengenai pemanfaatan daun kelor."

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Komandan Rayon Militer Cisaat, Kapten CBA Edi Rosana, juga menyampaikan apresiasinya kepada tim HaloPuan. Bersama pimpinan wilayah yang lain di Cisaat, menurutnya, TNI ikut berpartisipasi dalam membantu penyuluhan penurunan stunting.

"Pokoknya, untuk mencegah stunting, pasti TNI bantu," ujarnya.

Warga peserta kegiatan mengatakan kegiatan HaloPuan memberi banyak informasi yang inspiratif. Maya, seorang mahasiswi, mengaku baru tahu bahwa stunting bisa dicegah sejak dini, yakni sejak dirinya masih menjadi calon ibu dengan cara memperhatikan asupan makanan.

"Saya juga baru tahu bahwa daun kelor ternyata memiliki banyak manfaat," katanya. "Semoga kegiatan seperti ini tetap berlanjut."

Demikian pula yang disampaikan Siti Nuraini, ibu dari balita bernama Fawaz Ahsan (2 tahun). "Karena mengikuti kegiatan ini, saja jadi ingin lebih memperhatikan pola makan anak saya, dan ingin memanfaatkan bubuk daun kelor dengan mencampurkannya ke makanan sehari-hari Fawaz karena kandungan gizinya banyak, seperti Vitamin A, B, dan C."

Di akhir kegiatan ini, HaloPuan membagikan paket makanan tambahan kepada warga peserta, termasuk di dalamnya 400 gram bubuk daun kelor. "Kami bisa menjadikan bubuk kelor ini sebagai makanan tambahan pengganti biskuit," kata Erna, seorang kader posyandu di Desa Cisaat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.