Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dubes Ukraina Protes Gubernur Bali yang Samakan Kelakuan Wisatawan Negaranya dengan Turis Russia

📅 Rabu, 15 Mar 2023, 22:06 WIB | Oleh:

Tim yang beranggotakan kepolisian, perwakilan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan beragam institusi lain tersebut direncanakan mulai bertugas bulan ini dan intensif beroperasi di tiga daerah yakni Denpasar, Gianyar, dan Badung.

Seiring maraknya laporan di media sosial, Kepolisian Daerah Bali juga melakukan penertiban lalulintas dan menjaring 171 pelanggaran oleh turis asing dalam sepekan terakhir.

Salah seorang warga Bali, Prazuni Firzan Nasution, 50 tahun, menceritakan sejak era pandemi dan khususnya sejak invasi Russia, turis Russia memang kerap dicap paling bandel.

"Kami ini orang Bali nggak sukanya mereka itu nggak respect sama value di Bali, misalnya masuk tempat suci tanpa busana atau terhadap simbolisasi nilai keagamaan mereka nggak ada respect sama sekali. Banyak dari mereka tidak memakai pakaian sepantasnya, main nyelonong saja," kata Prazuni.

Dirjen Imigrasi, Silmy Karim, menyampaikan pihaknya harus melakukan penelaahan lebih jauh terkait permintaan pencabutan VoA warga negara Russia dan Ukraina karena keputusan yang diambil akan berdampak secara luas, apalagi warga kedua negara juga tersebar di wilayah lain di Indonesia.

"Terkait WNA yang menyalahi aturan keimigrasian dan mengganggu ketertiban di Bali, saya sudah instruksikan tim pengawasan dan penindakan dari pusat untuk membantu di Bali," ujarnya dalam pernyataan tertulis.

Tercatat, tren kedatangan wisatawan asal Russia dan Ukraina menggunakan VoA dan e-VoA terpantau menurun 30 persen dari triwulan terakhir 2022. Bulan Februari ada lebih dari 15.000 orang dari Russia dan 2.000-an orang dari Ukraina.

Sementara jumlah pengunjung dari Russia pada Januari tercatat lebih banyak lagi, hampir 20 ribu orang dan dari Ukraina juga lebih dari 2 ribu orang.

Memasuki tanggal 12 Maret - atau hampir setengah bulan - jumlah pengguna VoA dan e-VoA asal Russia sebanyak 5.196 orang, sedangkan Ukraina sebanyak 566 orang.

Silmy mengatakan, kontinuitas dan konsistensi sangat diperlukan dalam menangani pengunjung asing. Imigrasi menyiapkan database kerja sama dengan negara lain untuk memberikan informasi yang lebih akurat tentang warga asing yang akan melintas ke Indonesia.

Pariwisata Bali merupakan sektor paling terdampak semasa pandemi karena perkembangan ekonominya mengandalkan industri jasa pariwisata.

Berdasarkan data imigrasi, beberapa negara tercatat sebagai turis yang mendominasi Bali sepanjang tahun 2022, di antaranya Australia (640.406), India (252.241), Amerika Serikat (162.914), Inggrus (157.106), dan Prancis (125.487).

Sementara itu, beberapa negara yang warganya paling banyak memiliki izin tinggal keimigrasian di Indonesia dalam Januari-Februari 2023 yaitu Republik Rakyat Tiongkok (27.351), Russia (13.963), Korea Selatan (3.736), Jepang (3.025) dan Australia (2.555).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.