“Startup' Akan Sulit Dapatkan Dana
📅 Selasa, 14 Mar 2023, 09:48 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Perusahaan rintisan atau startup di Indonesia berpotensi semakin sulit mendapatkan pendanaan setelah Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat (AS) ditutup. Meski demikian, pelaku bisnis rintisan tetap optimistis terhadap prospek perkembangan startup ke depan.
Pengamat Ekonomi Digital dari Institut of Economic and Finance (Indef), Nailul Huda, menyebut startup bakal kesulitan mendapatkan pendanaan dari luar negeri. Sebab, porsi pendanaan dari AS ke startup digital di Tanah Air cukup besar.
"Untuk itu, sumber pendanaan dari dalam negeri untuk startup perlu ditingkatkan lagi guna mengantisipasi dampak tutupnya SVB yang merupakan bank AS yang berfokus pada pendanaan startup," jelasnya di Jakarta, Senin (13/3).
Apalagi, India juga sudah lebih dahulu memberikan perhatian untuk mengantisipasi pelemahan pendanaan startup.
Dia mengatakan penutupan SVB juga berpotensi membuat lembaga pembiayaan yang melantai di bursa terkena sentimen negatif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, Regulator Perbankan California menutup SVB Financial untuk melindungi simpanan nasabah dalam kegagalan bank terbesar sejak krisis keuangan AS. Krisis modal di SVB telah menekan saham bank-bank secara global.
SVB telah mencoba, tetapi gagal untuk menopang neracanya melalui penjualan saham yang diusulkan pada 8 Maret lalu.
"Ada dua dugaan yang saling terkait dari kasus SVB ini. Pertama adalah tingkat suku bunga AS yang meningkat tajam dan kedua pengelolaan dana yang buruk," kata Nailul.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nasabah meminta dana untuk mereka untuk ditempatkan ke bank dengan suku bunga lebih tinggi, tapi di sisi lain kinerja startup yang mempunyai utang ke SVB juga sedang menurun.
Di sisi lain, Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) sedang mengkaji dampak penutipan SVB. Amvesindo memperkirakan dampak penutupan SVB terhada startup di Indonesia relatif kecil.
Amvesindo beralasan sedikit modal ventura atau venture capital (VC) ataupun startup di Indonesia yang bekerja sama dengan SVB.
Tren Perkembangan
Sementara itu, praktisi dan juga mentor dari program Startup Studio Indonesia (SSI) besutan Kementerian Komunikasi dan Informatika Lingga Madu mengungkapkan tren pengembangan startup atau perusahaan rintisan relatif baik pada 2023.
Menurutnya salah satu sektor yang berpotensi berkembang pesat pada 2023 dan patut dijajal para startup pemula (early stage startup) ialah sektor pariwisata.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!