36 GTK SRMA 1 Aceh Besar Beri Pendampingan di SRT 1 Nagan Raya
📅 Selasa, 11 Agu 2026, 01:50 WIB | Oleh: AlfredBANDA ACEH - Sebanyak 36 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dari ekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 1 Aceh Besar diterjunkan untuk mendampingi penguatan operasional dan pengasuhan asrama di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Nagan Raya, Senin (10/8).
“Kehadiran GTK SRMA 1 Aceh Besar tidak hanya membantu pekerjaan administratif, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” kata Kepala SRMA 1 Aceh Besar, Ilza Satriadi di Aceh Besar, Senin.
Ia menjelaskan, pendampingan yang dilakukan SRMA 1 Aceh Besar menjadi bagian dari semangat untuk saling menguatkan antarsatuan pendidikan Sekolah Rakyat. Pendampingan tersebut juga menjadi momentum untuk berbagi pengalaman, belajar bersama, dan membangun ekosistem Sekolah Rakyat yang semakin kuat.
Ia mengatakan pendampingan tersebut berlangsung selama periode 4 hingga 14 Agustus 2026 yang dibagi dalam dua tim, yakni tim pertama bertugas pada 4–9 Agustus 2026, sedangkan tim kedua bertugas pada 9–14 Agustus 2026. Masing-masing tim terdiri atas 18 orang yang berasal dari unsur guru, wali asuh, wali asrama, operator sekolah, dan tenaga kependidikan/staf tata usaha.
“Pembagian menjadi dua tim dilakukan untuk memastikan kegiatan pendampingan di SRT 1 Nagan Raya tetap berjalan optimal tanpa mengganggu operasional SRMA 1 Aceh Besar, baik dalam proses pembelajaran maupun pengelolaan kehidupan asrama,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
SRT 1 Kabupaten Nagan Raya merupakan salah satu Sekolah Rakyat permanen yang baru aktif sejak 31 Juli 2026. Sekolah tersebut beralamat di Kompleks Perkantoran Suka Makmur, Desa Kuta Blang, Kabupaten Nagan Raya.
SRT 1 Nagan Raya menyelenggarakan tiga jenjang pendidikan, yaitu Sekolah Rakyat Dasar (SRD), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA).
Adapun total peserta didik mencapai 330 siswa, terdiri atas 270 siswa yang berasal dari Kabupaten Nagan Raya dan 60 siswa titipan dari SRT 10 Kabupaten Aceh Selatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih rinci ia menyebutkan, untuk tingkat SD berjumlah sebanyak 90 orang, SMP 90 siswa dan SMA sebanyak 90 orang serta 30 siswa lainnya titipan dari Kabupaten Aceh Selatan.
Ia menambahkan, untuk bidang administrasi sekolah, tim pendamping membantu SRT 1 Nagan Raya dalam menyusun berbagai kebutuhan awal operasional, antara lain penyusunan jadwal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pembagian kelas pada jenjang SRD, SRMP, dan SRMA, serta penataan administrasi sekolah lainnya.
Sementara pada bidang pengasuhan dan asrama, GTK SRMA 1 Aceh Besar berbagi pengalaman dengan wali asuh dan wali asrama SRT 1 Nagan Raya, khususnya terkait pola pendampingan peserta didik, pengelolaan kehidupan asrama, pembagian tugas, serta mekanisme pembinaan karakter siswa.
Tim juga turut membantu dalam penyusunan SOP dan tata tertib asrama sebagai bagian dari upaya membangun sistem pengasuhan yang terarah, aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik.
“Sekolah Rakyat bukan milik satu sekolah atau satu daerah. Kita sedang membangun sebuah ekosistem pendidikan yang membutuhkan kolaborasi, saling berbagi pengalaman, dan saling menguatkan. Apa yang sudah kami lakukan di Aceh Besar tentu masih terus kami evaluasi, tetapi praktik baik yang kami miliki dapat dibagikan kepada teman-teman di Nagan Raya, begitu juga sebaliknya,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!