Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penyimpanan Energi, Kunci Menuju Integrasi Energi Terbarukan di Indonesia

📅 Selasa, 07 Mar 2023, 11:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

PLTA Pumped-Storage

PLTA pumped-storage (PHS) adalah teknologi energy storage paling tua dan paling banyak proporsinya sekarang ini. Tercatat 96% dari 176 GW penyimpanan energi secara global pada 2017 adalah jenis ini.

Penyimpan energi ini memiliki karakteristik yang mirip dengan PLTA biasa, dan dapat merespons kebutuhan pembangkitan listrik yang cepat - dalam hitungan menit. Efisiensinya mencapai 70-80%, dengan kapasitas yang cukup besar, dari 1.000-15.000 MW.

Indonesia sendiri memiliki potensi lokasi yang dapat digunakan sebagai pumped-storage. Sebuah studi pada 2019 menghitung potensi pumped-storage di Indonesia dapat mencapai 871 TWh di 26.000 lokasi. Namun hipotesis ini perlu penelitian lebih lanjut mengingat pembangunan pumped-storage tidak selamanya mudah.

Indonesia berencana membangun beberapa pumped storage dalam 10 tahun ke depan.
Perencanaan dan pembangunan pumped-storage Cisokan, Bandung Barat, kapasitas 1.040 MW di Indonesia telah dimulai pada 2010. Awalnya proyek ini akan ditargetkan beroperasi pada 2014, namun mengalami berbagai kendala.

Dalam rencana terbaru baru penyimpanan energi ini akan beroperasi pada 2025. Artinya terjadi kemunduran paling tidak 11 tahun dari perencanaan awal. Adapun pumped storage lainnya masih tahap perencanaan.

Karena itu saya juga mengusulkan alternatif penyimpanan energi yang lebih cepat pembangunannya, kepadatan energi yang tinggi, tidak tergantung lokasi dan pertimbangan biaya. Jenis tersebut adalah baterai litium-ion (Lithium-Ion battery) dan baterai dinamis ( Redox Flow Battery).

Baterai Lithium-ion

Baterai litium-ion telah menjadi bagian integral dari perkembangan industri elektronik dan telepon seluler. Baterai ini juga pendorong utama perkembangan kendaraan listrik.

Pada masa depan baterai ini dianggap sebagai lokomotif dan kunci dari energi yang berkelanjutan sebagai media penyimpan dengan kepadatan energi yang tinggi. Harganya pun terus menurun secara signifikan dari tahun ke tahun hingga 89% dalam 10 tahun terakhir.

Kekurangan utama dari baterai ini adalah biaya instalasi yang relatif tinggi. Persyaratan sistem manajemen baterai juga ketat. Ada pula kekhawatiran terjadi kebakaran yang dipicu reaksi internal dari baterai.

Sebagai pengekspor nikel terbesar di dunia, Indonesia baru memulai pendirian [Indonesia Battery Corporation (IBC)] pada Maret 2021. Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan baterai ini dengan mengarahkan pasarnya tidak hanya menyasar kendaraan listrik tapi untuk penyimpanan energi.

Menurut rencana PLN 2021-2030, selain pumped storage akan dibangun juga jenis baterai lain dengan kapasitas 300 MW pada 2030. Jenis teknologi baterai yang akan dibangun belum ditentukan, tapi baterai litium-ion adalah pilihan yang perlu diprioritaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

15 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.