Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyimpanan Energi, Kunci Menuju Integrasi Energi Terbarukan di Indonesia

📅 Selasa, 07 Mar 2023, 11:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penyimpanan Energi, Kunci Menuju Integrasi Energi Terbarukan di Indonesia Doc: The Conversation/Wikipedia
Ket. Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap Sulawesi Selatan.

Ahmad Amiruddin, Monash University

Meski sempat tersendat karena pandemik COVID-19, pertumbuhan listrik di Indonesia diprediksi tetap akan naik dalam 10 tahun terakhir pada angka 4,9% sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Perusahaan Listrik Negara (PLN) 2021-2030.

Selain harus memenuhi kebutuhan listrik yang meningkat, Indonesia juga dihadapkan pada target pencapaian porsi energi terbarukan 23% pada 2025 dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan (RUKN) 2019-2038. Saat ini capaiannya masih pada kisaran 11,2%.

Kabar baiknya adalah potensi energi terbarukan yang kita miliki lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pengembangan energi terbarukan bahkan hingga 100% pada tahun 2050.

Masalahnya, pembangunan pembangkit energi terbarukan khususnya yang berbasis angin dan surya, tidak serta merta menyelesaikan target penetrasi energi terbarukan. Sebab, dua jenis energi ini sifatnya variatif dan pasokannya tak menentu.

Hasil wawancara saya dengan PLN pada 2017 terkait operasional Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, Sulawesi Selatan, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata hingga 74%, bahkan ada yang mencapai 1027%, antara prediksi dan realisasi produksi dari PLTB. Sebuah gap yang sangat besar.

Kuncinya: Penyimpanan Energi

Agar kapasitas listrik dari energi terbarukan bertambah, Indonesia membutuhkan sistem kelistrikan andal dan fleksibel untuk mengikuti perubahan pasokan sekaligus mengantisipasi perubahan beban.

Selain dihadapkan pada keharusan meningkatkan fleksibilitas untuk dapat menyerap energi terbarukan, sistem kelistrikan di Jawa-Bali juga cukup rentan terhadap gangguan besar. Misalnya kejadian pemadaman mendadak di Jawa bagian barat pada 4 Agustus 2019.

Untuk meningkatkan fleksibilitas dan keandalan sistem kelistrikan, maka pilihan yang paling masuk akal adalah fasilitas baterai energi atau disebut juga energy storage. Baterai ini juga dapat bekerja sebagai pembangkit awal (black start) saat pemadaman listrik mendadak seperti pada kasus di Jakarta. Fungsi lainnya adalah mencegah mati listrik dengan mendukung sistem dalam periode genting sebelum padam total.

Baterai energi ini telah digunakan di banyak negara termasuk Amerika Serikat, Australia, Inggris, Jerman, Korea, Jepang, Cina, dan Thailand. Satu studi menunjukkan bahwa energy storage di Australia berhasil mencegah terjadinya listrik padam mendadak pada 25 Agustus 2018.

Studi lainnya menunjukkan bahwa penyimpanan energi di Australia dapat menurunkan biaya produksi listrik hingga 13-22%, mengurangi kapasitas pembangkit hingga 22%, dan mencegah energi yang terbuang hingga 76%.

Indonesia saat ini belum memiliki energy storage. Proyek fasilitas penyimpanan energi pertama yang berlokasi di Cisokan, Bandung Barat, masih dalam masa pembangunan. Energy storage yang dapat digunakan bisa menyesuaikan dengan potensi alam, potensi bahan baku, dan karakteristik yang dapat saling melengkapi.

Opsi penyimpan energi ini antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) teknologi pumped storage atau PHS, baterai lithium-ion (Lithium-Ion battery. LIB), dan baterai dinamis ( Redox Flow Battery,RFB).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.