Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kadin: Ratifikasi RCEP Diharapkan Dongkrak Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi 

📅 Jumat, 03 Mar 2023, 14:48 WIB | Oleh:
Kadin: Ratifikasi RCEP Diharapkan Dongkrak Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi  Doc: Istimewa.
Ket. Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) 2023 dan Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid.

JAKARTA - Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) 2023 dan Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid menyatakan Ratifikasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) membawa momentum positif di tengah ancaman resesi global yang berimbas pada konektivitas perdagangan dan keterbukaan ekonomi.

"Ini menjadi sinyal positif negara berkembang termasuk Indonesia menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk merevisi rezim perdagangan regional yang lebih efektif dan kuat dalam implementasinya," kata Arsjad dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/3).

Dia juga menegaskan bahwa ratifikasi RCEP adalah langkah penting untuk meningkatkan akses pasar Indonesia ke negara-negara anggota RCEP dibandingkan dengan perjanjian perdagangan ASEAN + 1.

"Selain itu, RCEP adalah blok ekonomi terbesar di dunia. Meskipun tanpa India,negara-negara anggota RCEP mewakili 29% dari PDB global, 27% dari perdagangan global, dan 29% dari investasi langsung asing (FDI) dibandingkan dengan Perjanjian Trans-Pacific Partnership (TPP) atau sekarang disebut CPTPP yang hanya mewakili 13% dari PDB global, 15% dari perdagangan, dan 20% dari FDI," jelas Arsjad.

Dia menambahkan, Ratifikasi RCEP juga diharapkan meningkatkan aksesibilitas dan arus Foreign Direct Investment (FDI) di Indonesia, dan berkontribusi sekitar USD 1 miliar untuk surplus perdagangan Indonesia dan USD 1,7 miliar untuk arus investasi ke Indonesia pada tahun 2040.

Dalam jangka panjang, imbuhnya, RCEP juga akan meningkatkan PDB Indonesia sebesar 0,07% pada tahun 2040. Selain itu, RCEP juga menciptakan stabilitas dalam hubungan perdagangan Indonesia di tengah guncangan geopolitik serta mendukung penciptaan RVC (Regional Value Chain). Hal ini juga dinilai mampu membuka peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan industri yang mampu memproduksi value-added products.

"Beberapa industri yang mampu mendapatkan manfaat investasi dari RCEP bisa beragam dari sektor manufaktur, energy, infrastruktur, telekomunikasi termasuk e-commerce dan layanan kesehatan" tambahnya.

Arsjad menekankan peran Indonesia sebagai ketua ASEAN juga mampu mendorong visi ASEAN untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi global dengan membawa kepentingan regional bersama sebagai satu komunitas dan satu visi dalam meningkatkan arus perdagangan dan investasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.