Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Rilis Proposal Perdamaian, Zelenskyy Bilang Akan Menunggu Detailnya

📅 Sabtu, 25 Feb 2023, 09:57 WIB | Oleh:
Tiongkok Rilis Proposal Perdamaian, Zelenskyy Bilang Akan Menunggu Detailnya Doc: AP/Sputnik/Alexei Druzhinin
Ket. Presiden Tiongkok Xi Jinping (kanan) dan Presiden Rusia Vladimir Putin berfoto sebelum melakukan pembicaraan di Beijing, Tiongkok pada 4 Februari 2022.

KIEV - Tiongkok menyerukan gencatan senjata dan pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia pada Jumat (24/2). Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dengan hati-hati menyambut keterlibatan Beijing, tapi menyebut keberhasilan akan bergantung pada tindakan, bukan kata-kata.

Beijing mengklaim bersikap netral dalam perang di Ukraina, tetapi juga mengatakan memiliki hubungan "persahabatan tanpa batas" dengan Rusia dan menolak mengkritik invasi Moskow ke Ukraina, atau bahkan menyebutnya sebagai invasi. Ia menuduh Barat memprovokasi konflik dan "mengipasi api" dengan menyediakan senjata pertahanan kepada Ukraina.

"Saya percaya fakta bahwa Tiongkok mulai berbicara tentang Ukraina tidaklah buruk," kata Zelenskyy dalam konferensi pers, Jumat (24/2)."Tapi pertanyaannya adalah apa yang mengikuti kata-kata itu. Pertanyaannya ada pada langkah-langkah dan ke mana langkah-langkah itu akan mengarah."

Rencana yang dirilis Kementerian Luar Negeri Tiongkok itu terutama adalah menegaskan kembali posisi lama. Para analis mengatakan Beijing tidak mungkin menjadi perantara.

Tetapi beberapa pengamat memperingatkan Ukraina dan sekutunya perlu melangkah dengan hati-hati, penolakan terhadap tawaran perdamaiann Tiongkok dapat membuat Beijing lebih dekat untuk menyediakan senjata ke Rusia.

Volodymyr Fesenko, kepala wadah pemikir independen Penta Center yang berbasis di Kiev, percaya bahwa Zelenskyy "akan mencoba bermain-main dengan Tiongkok... agar tidak membiarkan Tiongkok dan Rusia saling berdekatan."

"Selama Tiongkok datang dengan inisiatif pembawa damai, negara itu akan dipaksa menjaga netralitas dan menjauhkan diri dari upaya memasok senjata dan bantuan militer langsung ke Rusia," kata Fesenko kepada The Associated Press.

Ukraina juga mungkin melihat "skenario di mana Tiongkok setidaknya menekan Rusia untuk menahan penggunaan senjata nuklir dan menciptakan mekanisme untuk mengendalikan pembangkit listrik tenaga nuklir di Ukraina," katanya.

Untuk pihak Beijing, perlu mengklarifikasi pendiriannya, apakah Kiev dan Moskow memperhatikan atau tidak, kata Shi Yinhong, seorang profesor Hubungan Internasional di Universitas Renmin Beijing.

"Tiongkok merasa perlu mengulangi persepsi netralitasnya sendiri pada saat ini, untuk menyelamatkan beberapa pengaruh internasional dengan tidak hanya mengkritik NATO tetapi juga membedakan dirinya dari perilaku Rusia," kata Shi.

Proposal Tiongkok menyerukan integritas teritorial semua negara untuk dihormati, tetapi tidak mengatakan apa yang akan terjadi pada wilayah yang diduduki Rusia sejak invasi. Tiongkok juga menyerukan diakhirinya sanksi "sepihak" terhadap Rusia, secara tidak langsung mengkritik perluasan aliansi NATO, dan mengutuk ancaman kekuatan nuklir.

Proposal tersebut merupakan "upaya hubungan masyarakat di pihak Tiongkok," kata Li Mingjiang, seorang profesor dan pakar keamanan internasional di Universitas Teknologi Nanyang Singapura."Saya tidak yakin bahwa kebijakan ini akan meningkatkan kredibilitas mereka sebagai broker yang jujur."

Kementerian Luar Negeri Rusia menyambut baik proposal tersebut dan mengatakan pihaknya berbagi ide dengan Tiongkok, termasuk penolakan sanksi Barat. Pada saat yang sama, juru bicara kementerian Rusia Maria Zakharova menegaskan kembali permintaan Moskow agar Ukraina mengakui perolehan tanah Rusia, menolak tawarannya untuk bergabung dengan NATO, dan mengambil status netral, di antara syarat-syarat lain untuk perdamaian.

Ukraina mengatakan tidak akan menyetujui perdamaian apa pun tanpa mengembalikan semua wilayahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Persoalan HAM Harus Diseles...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.