Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Di Depan Megawati, Haedar Nashir Kenang Keluarga Soekarno sebagai Keluarga Muhammadiyah

📅 Kamis, 23 Feb 2023, 17:02 WIB | Oleh:
Di Depan Megawati, Haedar Nashir Kenang Keluarga Soekarno sebagai Keluarga Muhammadiyah Doc: Istimewa

YOGYAKARTA - Selain dihadiri Presiden Jokowi, Kapolri, Panglima TNI dan para menteri dari Kabinet Indonesia Maju, pembukaan Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-18 di Balikpapan, Rabu (22/2) juga dihadiri mantan Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri.

Kehadiran Megawati dianggap oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir sebagai silaturahim sekaligus merawat memori sejarah dengan keluarga besar Presiden Soekarno yang merupakan keluarga Muhammadiyah.

"Khusus kepada ibunda kita ibunda Megawati Sukarnoputri, spesial, terima kasih hadir pada acara ini. Bagi ananda sekalian, Angkatan Muda Muhammadiyah, Ibu Megawati bukan siapa-siapa, bukan orang lain, (tapi) dari keluarga besar Muhammadiyah," sambutnya.

Haedar Nashir lantas mengajak Angkatan Muda Muhammadiyah untuk merawat ingatan sejarah terkait peran kebangsaan dan jasa besar tokoh-tokoh Muhammadiyah, termasuk Soekarno.

Selain nama-nama seperti Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, dan puluhan lain tokoh Muhammadiyah bergelar pahlawan nasional, Soekarno kata Haedar adalah kader otentik Muhammadiyah. Soekarno, bahkan mendapat sentuhan langsung dari Kiai Haji Ahmad Dahlan. Bersama Fatmawati, keluarga Soekarno menjadi keluarga besar Muhammadiyah.

"Beliau (Soekarno) menyampaikan kesaksian setelah lama menjadi anggota Muhammadiyah saya ngintil, ngintil itudzawil qurba, menjadi murid spiritual dan murid intelektual dari Kiai Ahmad Dahlan sejak beliau bertemu saat umur 18 tahun di Surabaya, di rumahnya Tjokroaminoto. Kiai Dahlan-lah yang mengajarkan agama sampai beliau mengatakan saya masuk Muhammadiyah karena sesuai alam pikiran punya saya, yakni Islam progresif, Islam Berkemajuan," jelasnya.

Selama pengasingan di Bengkulu antara 1938-1942, Soekarno kata Haedar resmi menjadi pimpinan Majelis Pendidikan dan Pengajaran Muhammadiyah.

"Beliau (Soekarno) juga tahun 1962 ketika menutup Muktamar Setengah Abad menyampaikan 'makin lama, saya makin cinta Muhammadiyah'. Bahkan dia menyampaikan, yang saya sesalkan kenapa setelah saya jadi Presiden saya tidak pernah ditarik iuran anggota Muhammadiyah," kutip Haedar.

Adapun istri Soekarno, Fatmawati, adalah putri dari Hasan Din, seorang tokoh dan konsul Muhammadiyah Bengkulu. Fatmawati sendiri adalah aktivis Nasyiatul 'Aisyiyah.

"4 Januari 1946 ketika Indonesia pindah ke Yogyakarta, Bung Karno mengundang tokoh-tokoh Pimpinan Pusat Nasyiatul 'Aisyiyah antara lain Bu Bayyinah, Bu Badilah Zuber dan lain-lain ke Istana Gedung Agung Jogja lalu menyampaikan, bawalah Ibu Fatmawati ini untuk aktif kembali ke Nasyiatul 'Aisyiyah," jelas Haedar.

"Lalu di situ diceritakan bahwa Bu Fatmawati mengatakan ketika saya menjahit bendera merah putih untuk proklamasi kemerdekaan (tahun 1945), saya menyenandungkan lagu Nasyiahku," imbuhnya.

Semua memori ini menurut Haedar harus terus dirawat sekaligus dimaknai secara objektif untuk mengobarkan semangat dalam memupuk jiwa kenegarawanan.

"Itu jejak sejarah yang terus berlangsung sampai hari ini sebagai sebuah spirit bagi anak-anakku sekalian bahwa dua tokoh ini, juga Kiai Dahlan dan Nyai Dahlan adalah para negarawan yang memiliki basis pemikiran selain nasionalisme juga religiusitas Keislaman Muhammadiyah," tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

15 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.