Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov DKI dan Muhammadiyah Bersinergi Wujudkan Jakarta sebagai Kota Global

📅 Sabtu, 04 Apr 2026, 17:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov DKI dan Muhammadiyah Bersinergi Wujudkan Jakarta sebagai Kota Global Doc: ANTARA
Ket. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menghadiri halalbihalal Idul Fitri 1447 H di Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (4/4/2026).

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Muhammadiyah terus diperkuat menjadi kemitraan yang kokoh dan berkelanjutan, sehingga dapat mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berdaya saing.

"Banyak pembangunan di Jakarta saat ini melibatkan partisipasi masyarakat, bahkan tanpa menggunakan APBD. Misalnya, pembangunan taman, halte, dan ruang publik yang kini lebih tertata dan hijau. Ini merupakan hasil dari membangun kepercayaan bersama,” kata Pramono di Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (04/4).

Dia pun mengapresiasi peran Muhammadiyah yang mendukung berbagai program Pemprov DKI Jakarta dalam menyejahterakan masyarakat.

“Saya mendapat dukungan, khususnya dari Bapak Ahmad Abubakar selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, dalam berbagai program, termasuk pemutihan ijazah bagi lebih dari 6.000 warga Jakarta. Program ini tidak akan berjalan tanpa dukungan beliau dan jaringan yang dimiliki. Saya juga menerima banyak pesan motivasi dari warga Muhammadiyah dalam memimpin Jakarta,” katanya.

Pramono mengatakan Muhammadiyah sejak lama menjalankan peran penting sebagai salah satu pilar kekuatan umat dan bangsa, seperti memperkenalkan tradisi halalbihalal.

“Muhammadiyah memandang halalbihalal sebagai tradisi khas Indonesia yang sangat positif dan perlu dilestarikan, karena mengandung dua hal penting, yaitu silaturahmi dan saling memaafkan. Maka, saya mendukung kebiasaan baik tersebut,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, Majalah Suara Muhammadiyah pada 1924 menggunakan istilah “Chalal bil Chalal”, yang kemudian berkembang menjadi “Alal Bahalal” sebagai ajang silaturahmi untuk melebur dan menyatukan perbedaan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Seiring waktu, istilah tersebut berkembang menjadi halalbihalal seperti yang dikenal saat ini.

“Jika Muhammadiyah tidak memulai tradisi halalbihalal, atau bahkan menganggapnya sebagai bid’ah, tentu kondisi masyarakat kita hari ini akan sangat berbeda. Justru Muhammadiyah, melalui tulisan-tulisan di Suara Muhammadiyah, menegaskan bahwa halalbihalal merupakan sunnah hasanah, tradisi yang baik. Ini bagian dari sejarah Muhammadiyah,” kata Pramono.

Menurut dia, konsep halalbihalal sangat relevan dalam membangun Jakarta sebagai kota yang menjadi rumah bagi semua kalangan, sekaligus mampu melebur perbedaan.

“Yang terpenting saat ini adalah bagaimana Jakarta menjadi rumah bagi semua golongan, semua agama, dan semua kelompok, yang diperlakukan secara terbuka dan adil,” tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.