Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kapasitas EBT Tiongkok Hampir Cukup untuk Memberi Daya Seluruh Negeri

📅 Selasa, 14 Feb 2023, 21:28 WIB | Oleh:
Kapasitas EBT Tiongkok Hampir Cukup untuk Memberi Daya Seluruh Negeri Doc: Istimewa
Ket. Kapasitas PLTB dan PLTS melonjak 21 persen tahun lalu menjadi 1.190 terawatt per jam listrik.

BEIJING - Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) danPembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) baru-baru ini telah menghasilkan listrik yang hampir cukup untuk menyalakan setiap rumah di Tiongkok.

"Tenaga angin dan matahari melonjak 21 persen pada tahun 2022 menjadi 1.190 terawatt per jam listrik," kata Administrasi Energi Nasional pada Senin (13/2).

Dilansir oleh The Straits Times, itu tidak jauh dari total konsumsi daya perumahan sebesar 1.340 terawatt per jam, yang merupakan peningkatan 14 persen dari tahun sebelumnya karena lebih banyak orang menghabiskan waktu di rumah karena pembatasan virus yang ketat dari pemerintah.

Dua faktor penting telah mendorong sistem energi negara itu. Salah satunya, tentu saja, adalah pesatnya pertumbuhan energi terbarukan karena Tiongkokmenghabiskan ratusan miliar dolar untuk memenuhi tujuan iklim dan mengurangi ketergantungannya pada bahan bakar fosil yang mahal.

Tapi yang utama itu adalah faktorkedua: kekuatan rumah tangga yang relatif tidak penting dalam hal permintaan energi di Tiongkok. Menurut Badan Energi Internasional, hanya 17 persen penggunaan listrik di sana yang diklasifikasikan sebagai perumahan pada tahun 2020.

Pada tahun yang sama, rumah tangga menyumbang 29 persen konsumsi listrik di Jepang, dan 39 persen di Amerika Serikat.

Di Tiongkok, pabrik masih menjadi raja, dengan industri menyumbang 60 persen dari seluruh kebutuhan listrik.

Jadi, bahkan dengan energi bersih yang dapat menutupi hampir setiap rumah, pembangkit listrik Tiongkokmasih perlu membakar lebih banyak bahan bakar fosil, dan mengeluarkan lebih banyak gas rumah kaca, hanya untuk mengimbangi tahun yang terbukti relatif hangat bagi pertumbuhan ekonomi.

Perekonomian diperkirakan akan berkembang lebih cepat pada tahun 2023 setelah pencabutan kebijakan nol-Covid. Itu berarti emisi akan meningkat lagi, bahkan jika energi angin dan matahari cukup untuk menjaga kompor tetap menyala dan lemari es tetap dingin di setiap rumah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.