Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polda Jabar Awasi Potensi Penimbunan Kebutuhan Pokok

📅 Kamis, 02 Feb 2023, 17:44 WIB | Oleh:
Polda Jabar Awasi Potensi Penimbunan Kebutuhan Pokok Doc: ANTARA/HO-Humas Polda Jawa Barat
Ket. Polisi melakukan pengecekan stok komoditas kebutuhan pokok masyarakat di pasar.

BANDUNG - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat melakukan pengawasan antisipasi potensi penimbunan kebutuhan pokok masyarakat karena kini sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga.

Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan pihaknya melalui Satgas Pangan rutin melakukan pengecekan ketersediaan stok kebutuhan pokok masyarakat. Hal itu, kata dia, sudah menjadi atensi dari Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suntana.

"Dari beberapa wilayah sudah dilakukan pengawasan terkait dengan kondisi itu," kata Ibrahim di Bandung, Jawa Barat, Kamis.

Menurutnya dari seluruh kebutuhan pokok, yang kini paling diperhatikan yakni terkait kelangkaan produk MinyaKita. Karena menurutnya produk itu memang mengalami kelangkaan di pasaran.

Namun sejauh ini, kata dia, belum ada informasi atau pihak yang terbukti telah melakukan penimbunan komoditas. Meski begitu, polisi menurutnya terus menyelidiki potensi penimbunan itu.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat agar melaporkan secara resmi apabila mengetahui adanya upaya penimbunan kebutuhan pokok, seperti minyak, beras, gula, ataupun komoditas lainnya.

"Kalau ada informasi yang dicurigai adanya penimbunan, agar segera melaporkan ke kita secara resmi. Jadi tidak hanya berpolemik dengan diksi yang belum jelas," katanya.
Sementara itu, sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga di Kota Bandung, antara lain beras medium, gula pasir, dan minyak curah kemasan bermerek MinyaKita.

Salah seorang pedagang Pasar Anyar, Kota Bandung, yakni Dini mengaku harga gula pasir mengalami kenaikan. Menurutnya kenaikan harga itu berlangsung perlahan dan tidak langsung drastis.

"Dari harga sebelumnya Rp13 ribu per kilogram, sekarang menjadi Rp15 ribu per kilogram," kata Dini.

Selain itu, seorang pedagang lainnya yakni Andi mengaku harga beras jenis medium dan jenis premium pun mengalami kenaikan. Andi menilai kenaikan beras itu dipicu karena belum memasuki musim panen.
"Harga beras saat ini sedang naik, untuk beras yang kualitas biasa dari harga sebelumnya Rp9 ribu per kilogram, sekarang naik jadi Rp11 ribu per kilogram. Dan untuk beras yang kualitasnya bagus harganya itu jadi Rp14 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp13 ribu per kilogram," kata Andi.

Di samping itu, pedagang Pasar Ujungberung, Kota Bandung, bernama Amas menyebut produk MinyaKita di Bandung sudah mulai langka sejak awal 2023. Dia pun mengaku terpaksa menaikkan harga karena harga dari distributornya pun naik.
"Kalau yang dua liter bapak menjual Rp33 ribu. Ada yang beli silakan, nggak ada yang beli juga nggak apa-apa. Biasanya bapak nyetok 10 karton tapi sekarang mah susah," kata Amas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.