Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKI Diminta Hentikan Rumah DP Nol Persen

📅 Selasa, 31 Jan 2023, 05:15 WIB | Oleh:
DKI Diminta Hentikan Rumah DP Nol Persen Doc: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Ket. Pengunjung memasuki kawasan rumah DP nol persen di Cilangkap, Jakarta Timur.

JAKARTA - Pemerintah DKI Jakarta diminta menghentikan pembangunan rumah dengan penjualan tanpa uang muka atau DP nol rupiah/persen. Harapan ini disampaikan Direktur Eksekutif Studi Perkotaan, Nirwono Joga, Senin (30/1).

"Pejabat Gubernur DKI, Heru Budi Hartono, sebaiknya dengan tegas membatalkan dan membubarkan atau menghentikan program pembangunan rumah DP nol persen.Dari awal sudah bermasalah," katanya. Menurut Nirwono, program ini sudah terbukti tidak tepat sasaran seperti awal tujuan untuk kelompok masyarakat bawah bergeser ke kelompok menengah atas.

Dia menanggapi informasi Dinas Permukiman Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) yang menyatakan sudah ada pihak ketiga yang akan membangun rumah dengan DP nol rupiah. Salah satunya, pemegang tender tersebut PT Amarta Karya (Amka). Dia akan membangun rumah DP nol persen di Halim Sky Residence, Jakarta Timur.

Menurut Kepala DPRKP, Sarjoko, swasta yang ingin membangun hunian DP nol rupiah harus terlebih dulu mendapatkan izin melalui sidang Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) DKI Jakarta. Selain itu, kata Sarjoko, saat ini swasta tengah menyelesaikan proses perizinan terkait pembangunan tersebut. Pembangunan akan dimulai setelah proses perizinan rampung.

Sarjoko mengatakan pembangunan rumah DP nol persen belum akan dimulai tahun ini, tapi baru tahun depan.Menurut Sarjoko, izin pembangunan masih dibahas."Kami komunikasikan lebih lanjut dengan para pemegang izin tersebut," tutur Sarjoko.

Dikonfirmasi terpisah, pakar perancangan kota dari Departemen Arsitektur Universitas Indonesia, Prof Ir Antony Sihombing, MPD, Ph. D mengatakan jika sudah ada pihak ketiga yang mau membangunan rumah DP nol persen, hampir pasti ada biayanya.

"Mana ada developer yang mau bekerja gratis atau setidaknya minimal ada konsesi proyek lainnya. Kalau ada biaya tambahan pembanungan pasti akan dibebankan ke cicilan," kata Antony. Menurut Antony, kalau memang benar-benar ada DP nol rupiah, lalu Pemprov DKI membayarkannya ke bank, itu sangat membantu rakyat.

"Akan tetapi, apa dana Pemprov DKI cukup? Atau DPRD sudah setuju menggunakan anggaran APBD? Apakah model ini ada dalam pola pembiayaan perbankan? Apakah ada bank yang mau," jelasnya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Pemprov DKI Jakarta diusulkan fokus saja mempercepat pembangunan Rusunawa khusus untuk keluarga pekerja muda, mahasiswa atau mahasiswi, secara besar-besaran di lokasi-lokasi strategis dan dekat titik simpul transportasi publik seperti terminal, stasiun, dan halte. Sebelumnya, DPRKP DKI Jakarta memang tak menganggarkan pembangunan hunian DP nol persen dalam APBD tahun anggaran 2023.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Advertisement
hut ri 81
Daerah
Pengasuh Panti di Surabaya ...

PT KAI Targetkan 1,4 Miliar Pelanggan per Tahun

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI Targetkan 1,4 Miliar...
Advertisement
hut ri 81
Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.