Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perencanaan Berbasis Data untuk Perbaikan Kualitas Pendidikan

📅 Senin, 30 Jan 2023, 19:59 WIB | Oleh:
Perencanaan Berbasis Data untuk Perbaikan Kualitas Pendidikan Doc: Muhamad Ma'rup
Ket. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Iwan Syahril, dalam Webinar Microteaching Guru Belajar, di Jakarta, Senin (30/1).

JAKARTA - Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Iwan Syahril mengatakan, pihaknya mendorong akselerasi Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk perbaikan kualitas pendidikan. PBD merupakan bagian dari Merdeka Belajar agar peserta didik lebih kompeten dan berkarakter tanpa terkecuali.

"Kita juga ingin memastikan bahwa kelompok-kelompok yang termarginalkan, sulit mendapat akses pendidikan, dibantu untuk mendapatkan akses pendidikan yg berkualitas," ujar Iwan, dalam Webinar Microteaching Guru Belajar, di Jakarta, Senin (30/1).

Dia menerangkan, dalam penerapan PBD, para guru bisa memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar karena tersedia beragam komunitas belajar yang sesuai dengan kebutuhan para guru.

"Terdapat sekitar 13.000 komunitas di Platform Merdeka Mengajar. Guru diberi kemerdekaan untuk memilih, sesuai dengan fokus yang dikehendaki semisal literasi, numerasi, serta dapat melakukan interaksi di PMM," tandas Iwan.

Iwan mengungkapkan, PBD mendorong transformasi satuan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan dimulai dengan perencanaan dan penganggaran yang tepat. Terdapat tiga langkah penerapan PBD yaitu Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB).

Dia menambahkan, di daerah yang masuk kategori daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T) 35 persen guru yang belajar secara mandiri di Platform Guru Belajar dan Berbagi. Hal tersebut menunjukkan PBD bisa diimplementasikan di mana saja.

"Saya kagum di daerah dengan kategori 3T guru-gurunya memiliki semangat belajar tinggi. Itu artinya, guru-guru di daerah terpencil pun sebenarnya memiliki semangat belajar dan resiliensi yang luar biasa," tandasnya.

Guru SMPN 4 Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah, Mohamad Anis memaparkan kendala dalam memulai penggunaan materi PBD di Platform Merdeka Mengajar. Sejak materi PBD muncul, dia dan para guru lain masih kurang informasi sehingga ragu bertindak.

Dia menerangkan, setahun belakangan sudah ada akses internet di daerahnya. Namun, akibat kendala letak geografis dan keterbatasan infrastruktur, Anis dan rekan sejawat mengalami kesulitan untuk mendiskusikan persoalan implementasi PBD di sekolah mereka.

"Beragam pertanyaan timbul terkait penting atau tidaknya PBD ini. Padahal jika mengacu pada Rapor Pendidikan, kompetensi literasi dan numerasi, hasilnya murid-murid kami di bawah minimum," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

37 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.