Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Krisis Iklim Tingkatkan Bencana Pengancam Hewan Ikonis Australia

📅 Senin, 30 Jan 2023, 21:54 WIB | Oleh:

"Pemerintah merespons terhadap bagaimana masyarakat memilih," jelas Dr Thomas Newsome yang mempelajari ancaman terhadap keanekaragaman hayati di Universitas Sydney. "Hingga masyarakat yang lebih luas benar-benar memprioritaskan ekosistem asli serta hewan asli kami, sepertinya negara atau pemerintah federal tidak akan mengambil tindakan," imbuh dia.

Berkaitan dengan hal itu, Newsome melihat adanya harapan.

"Ketika ada survei yang dilakukan mengenai apa yang diprioritaskan masyarakat, atau apa yang dirasa masyarakat merupakan masalah besar saat ini, perubahan iklim selalu menonjol, lagi dan lagi," ujar dia.

Selama Musim Panas Hitam, Sydney diselimuti asap tebal selama berhari-hari. Sekarang, rumah-rumah di luar perkotaan berulang kali terendam banjir. Dampak iklim yang tidak stabil membuatnya makin sulit untuk diabaikan, sehingga makin banyak orang menuntut perubahan.

Itulah ketika Steve si koala bisa membantu.

"Masa depannya kini adalah sebagai duta," kata Dr Ian Hough, manajer peneliti di Koala Life, yang memimpin penyelamatan koala Pulau Kanguru selama Musim Panas Hitam serta merawat hewan-hewan selamat yang kehilangan induknya di Cagar Alam Liar Cleland di pinggiran Adelaide.

"Ada daya tarik untuk mendekati dan menggendong koala serta itu akan selamanya ada dalam diri kita. Banjir merenggut hal itu. Mudah-mudahan akan muncul aktivitas lingkungan hidup bermanfaat yang akan membantu hutan, koala, dan kita semua," tutur dia.

Dengan mayoritas komunitas koala di daratan utama Australia terdampak oleh penyakit serta juga bencana alam, koala-koala Pulau Kanguru yang diselamatkan Dr Hough serta anak koala-koala tersebut telah menjadi jaminan populasi bebas penyakit atas koala terancam lain di penjuru negara itu.

Ini merupakan babak baru dalam cerita salah penanganan manusia terhadap lahan dan alam liarnya sejak munculnya pemukim dari Eropa pada abad ke-18. Bagaimanapun, koala baru dibawa ke Pulau Kanguru pada 1920-an setelah diburu untuk diambil bulunya hingga hampir punah di daratan utama.

"Tragis bahwa sampai perlu adanya kejadian mengerikan itu," ujar Hough mengenai kebakaran Musim Panas Hitam. "Namun, ada harapan di luar sana dan itu menimbulkan optimisme," tegas dia.

Menurut dia, Steve tampak senang akan peran barunya. "Selama ia mendapatkan banyak makanan, maka ia tidak peduli mengenai hal-hal lainnya," pungkas Hough. NHK/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

53 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.