Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Holding Ultramikro Integrasikan 34 Juta Nasabah

📅 Rabu, 25 Jan 2023, 11:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Holding Ultramikro Integrasikan 34 Juta Nasabah Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat holding ultramikro (UMi) saat ini berhasil mengintegrasikan 34 juta nasabah dari target 50 juta nasabah yang akan dicapai.

Direktur Utama BRI Sunarso menyebutkan total nasabah tersebut meliputi nasabah mikro BRI sebanyak 14 juta, nasabah mikro PT Pegadaian (Persero) sebanyak 6,8 juta, serta PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM sebanyak 13,2 juta.

"Untuk PNM terutama nasabahnya itu ada di program PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar)," ungkap Sunarso dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dipantau secara virtual di Jakarta, Selasa (24/1).

Dia menuturkan terdapat banyak masalah yang harus ditangani oleh holding UMi saat ini, namun terhalang oleh biaya operasional hingga biaya lainnya yang tinggi.

Karena itu, holding UMi kini terus melakukan beberapa langkah seperti mendigitalkan nasabah untuk menekan biaya operasional, dimana saat ini tanda-tandanya sudah mulai kelihatan. Langkah selanjutnya adalah bantuan untuk memberikan dana murah agar efisiensi biaya dana atau Cost of Fund (CoF) menurun.

Literasi Keuangan

Sunarso mencontohkan seperti CoF Pegadaian yang sudah menurun dari 6,2 persen menjadi 5 persen serta PNM yang turun dari 8,7 persen menjadi 7,8 persen.

"Tetapi memang untuk tingkat biaya di PNM Mekaar masih cukup tinggi karena nasabahnya yang banyak dan cenderung masih memakai cara manual seperti untuk mencairkan kredit hingga menyetorkan uang banyak yang dibawa naik motor. Ini risikonya tinggi sehingga akan kami selesaikan dengan cara kami digitalkan dan non tunaikan," ucap dia.

Maka dari itu, dia menyebutkan perlu adanya literasi keuangan untuk mengatasi kondisi tersebut agar para nasabah bisa membuka rekening dan melakukan transaksi secara digital.

Namun, transaksi digital tersebut harus dibarengi dengan literasi digital agar nasabah terhindar dari "begal digital" sehingga holding UMi menurunkan penyuluh digital yang memberikan hasil signifikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.