Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Melawan Oligarki Kaya Pencemar Planet Bumi

📅 Selasa, 24 Jan 2023, 19:50 WIB | Oleh:
Melawan Oligarki Kaya Pencemar Planet Bumi Doc: DW/Picture Alliance/U Baumgarten

BERLIN - Baru-baru ini, jet pribadi milik selebritas seperti Taylor Swift dan Kim Kardashian terbang dengan jarak yang bisa ditempuh dalam beberapa jam. Perjalanan mereka melepaskan lebih banyak karbon dioksida dalam hitungan menit dibandingkan rata-rata emisi yang dikeluarkan oleh India dalam setahun.

Meski demikian, emisi selebritas yang dihasilkan di udara belum apa-apa dibandingkan emisi yang dihasilkan di laut. Kapal pesiar besar seperti milik oligarki Rusia Roman Abramovich sepanjang 162 meter, misalnya. Kapal yang dilengkapi dua helipad dan kolam renang ini mengeluarkan CO2 beberapa kali lebih banyak daripada gabungan kebanyakan rumah besar, pesawat, dan limusin.

Sebuah studi yang diterbitkan tahun 2021 bahkan memperkirakan bahwa kapal pesiar Abramovich mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida pada tahun 2018 dibandingkan keseluruhan negara Tuvalu, negara kepulauan pasifik yang berpenduduk 11.000 orang.

"Ini sangat menyedihkan karena negara kepulauan juga merupakan negara yang lebih berisiko menerima konsekuensi perubahan iklim seperti naiknya permukaan laut," ujar Beatriz Barros, peneliti di University of Indiana yang memimpin studi tersebut beberapa waktu lalu .

Ketimpangan Polusi Karbon

Selama beberapa dekade, ketimpangan terbesar dalam emisi karbon terjadi antara negara kaya dan miskin. Kaum berpenghasilan terbesar di dunia yang mencakup 1 persen penduduk Bumi, yakni mereka yang berpenghasilan sekitar 124.000 euro (atau sekitar 2 miliar rupiah per tahun), bertanggung jawab atas seperlima dari pertumbuhan polusi karbon dalam 30 tahun terakhir. Mereka tinggal di kota-kota besar dari Miami hingga Mumbai.

"Kaum 1 persen teratas pada dasarnya menggunakan jumlah yang sama dengan golongan 50 persen terbawah umat manusia - dan sangat jelas bahwa ini adalah proporsi pengeluaran karbon yang konyol," kata Anisha Nazareth, ilmuwan di Institut Lingkungan Stockholm yang mempelajari ketimpangan emisi.

Memang tidak semua orang yang termasuk dalam golongan berpenghasilan tinggi itu menjalani gaya hidup mewah seperti para oligarki. Namun, mereka juga sering menggunakan kapal pesiar dan pesawat penumpang komersial.

Seperti diketahui, terbang adalah salah satu kegiatan paling berpolusi di dunia. Penerbangan menghasilkan sekitar 3 persen dari emisi karbon dioksida global. Para ahli memperkirakan hanya 2-4 persen populasi global yang naik pesawat setiap tahunnya.

Oleh karena itu para peneliti telah mencari cara untuk memperbaiki ketimpangan ini. Dengan menaikkan pajak, menutup celah hukum, dan menindak surga pajak, pembuat kebijakan dapat menghentikan pendanaan orang superkaya untuk membiayai gaya hidup mewah mereka yang berlebihan.

Langkah ini juga dinilai dapat membebaskan lebih banyak uang untuk dipakai dalam berinvestasi di bidang infrastruktur energi bersih yang diperlukan untuk menghentikan pemanasan planet.

Namun, kebijakan untuk menaikkan pajak sering kali mendapat tentangan keras, bahkan dari mereka yang kemungkinan mendapat manfaat darinya.

"Pada kenyataannya, kita melihat adanya dukungan yang mengejutkan terhadap gaya hidup orang yang sangat kaya," kata Stefan Gössling, profesor di Lund University di Swedia yang mempelajari ketidaksetaraan emisi penerbangan.

Orang-orang yang dibesarkan dalam budaya yang mengidolakan orang kaya justru sering kali menentang kebijakan yang membatasi hidup mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.