Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Melawan Oligarki Kaya Pencemar Planet Bumi

📅 Selasa, 24 Jan 2023, 19:50 WIB | Oleh:

Beban pajak penerbangan, misalnya, terutama akan dikenakan terhadap orang-orang yang lebih kaya, khususnya pelaku perjalanan bisnis. Di Uni Eropa, separuh pengeluaran untuk perjalanan udara berasal dari 20 persen orang terkaya. Sementara di Amerika Serikat dan Kanada, 19 persen orang dewasa yang melakukan lebih dari empat penerbangan dalam setahun. Beberapa ilmuwan dan politisi menyerukan adanya biaya retribusi bagi para frequent flyer.

Sebuah studi yang diterbitkan pada Oktober 2022 oleh International Council on Clean Transport, sebuah wadah pemikir di bidang lingkungan, menemukan bahwa retribusi frequent flyer global dapat menghasilkan dana hingga 121 miliar dollar AS. Dana ini dapat dimanfaatkan dalam investasi tahunan untuk mendekarbonisasi penerbangan hingga tahun 2050. Frequent flyer yang melakukan lebih dari enam penerbangan per tahun, dan hanya 2 persen dari populasi dunia akan membayarnya.

Miliarder Bisa Ikut Berkontribusi

Pembuat kebijakan juga dapat mengekang emisi yang dihasilkan kalangan superkaya dengan melarang penggunaan jet pribadi berbahan bakar kerosin. Larangan seperti itu hanya akan berlaku bagi sebagian kecil penerbangan dan dapat mendorong kaum superkaya untuk berinvestasi dalam teknologi untuk terbang dengan cara yang lebih ramah lingkungan.

Para ahli mengatakan investasi awal seperti ini akan membantu memajukan penggunaan bahan bakar berkelanjutan dan penerbangan berbahan bakar listrik untuk semua orang.

Para peneliti juga menekankan bahwa golongan 1 persen penghasilan teratas - dan bahkan 10 persen teratas yang menghasilkan 37.200 euro (sekitar 613 juta rupiah) setahun - seharusnya tidak hanya membatasi aksi penyelamatan iklim hanya pada apa yang mereka beli.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada 2021 mengungkapkan bahwa orang super kaya berperan besar dalam memperlambat perubahan iklim sebagai konsumen, investor, panutan, peserta organisasi, dan warga negara.

Hal ini dapat diwujudkan dalam bentuk tindakan menarik uang simpanan mereka dari bank-bank yang meminjamkan modal kepada perusahaan bahan bakar fosil, berkampanye menggunakan angkutan umum pada rapat dewan lokal, atau menekan manajemen di perusahaan mereka untuk menggantikan perjalanan bisnis dengan rapat virtual.

"Jika orang-orang di lapisan atas masyarakat secara aktif melakukan ini, kita akan melihat perubahan terjadi jauh lebih cepat daripada yang kita lihat saat ini," kata Kristian Nielsen, ilmuwan iklim dan penulis utama studi tersebut. DW/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
KM Mutiara Sentosa II Menga...
Daerah
Pemerintah Evaluasi Operato...
Daerah
Ratusan korban selamat KMP ...
Olahraga
Laga Penentu Jalan Menuju E...
Olahraga
Arsenal Siap Berburu Semua ...
Olahraga
Pengalaman Fritz Hadapi Keb...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.