Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dukungan Pendanaan Transisi Energi Masih Minim

📅 Selasa, 24 Jan 2023, 08:22 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dukungan Pendanaan Transisi Energi Masih Minim Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pemerintah mengajak dunia usaha berinvestasi di sektor energi baru dan terbarukan (EBT) agar target transisi ke energi ramah lingkungan cepat terealisasi. Saat ini, dukungan pendanaan terhadap pengembangan EBT masih rendah.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana, menyampaikan seluruh penyediaan energi listrik akan berasal dari pembangkit berbasis EBT sebesar 708 gigawatt (GW) pada 2060 dengan dukungan jaringan interkoneksi super grid.

Jaringan ini rencananya menyambungkan seluruh pulau-pulau besar di Indonesia dalam satu ekosistem jaringan yang sama. "Karenanya, dibutuhkan investasi lebih dari satu triliun dollar AS atau sebesar 28,5 miliar dollar AS per tahun untuk merealisasikan rencana pengembangan pembangkit tersebut," sebutnya di Jakarta, pekan lalu.

Seperti diketahui, Indonesia berhasil memperoleh investasi strategis dalam implementasi dekarbonisasi di sektor energi, dengan ditandatanganinya komitmen Just Energy Transition Partnership (JETP) sebesar 20 miliar dollar AS saat perhelatan G20 di Bali pada 2022. Meski demikian, dukungan pendanaan tersebut masih dirasa belum cukup mengingat jumlah investasi transisi energi sangat besar.

"Kami harapkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk badan usaha untuk dapat terus berjalan bersama-sama dalam mewujudkan transisi energi Indonesia menuju karbon netral pada 2060," ucap Dadan.

Dia menekankan perlunya percepatan pemanfaatan EBT dalam penyediaan energi guna mencapai target komitmen penurunan emisi dalam National Determined Contribution (NDC) 2030.

Pada 2022, kebutuhan listrik di Indonesia telah mencapai 1.172 kilowatt hour (kWh) per kapita dan akan terus naik seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan mencapai 5,3 persen pada 2023. Untuk itu, diperlukan penambahan kapasitas pembangkit dari EBT. Sebagaimana komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam penurunan emisi sektor energi sebesar 358 juta ton CO2 pada 2030.

Rasio Elektrifikasi

Lebih lanjut, Dadan mengungkapkan, saat ini rasio elektrifikasi di Indonesia mencapai 99,6 persen, yang artinya sudah lebih dari 99 persen rumah tangga telah mendapatkan layanan listrik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Megapolitan
LRT Jabodebek Targetkan 30 ...
Olahraga
Marc Marquez Menangi MotoGP...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.