Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Seluruh Puskesmas Miliki Serum Antibisa Ular

📅 Jumat, 20 Jan 2023, 04:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Seluruh Puskesmas Miliki Serum Antibisa Ular Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Warga Badui korban gigitan ular tanah dilarikan ke puskesmas setempat untuk mendapatkan pengobatan medis.

TANGERANG - Seluruh puskesmas Lebak yang berjumlah 42 telah memiliki stok serum antibisa ular (ABU) untuk penanganan korban gigitan ular yang biasanya meningkat saat musim hujan. "Kami menjamin stok serum ABU cukup," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Triono Supiyono, Rabu. Persediaan serum ABU kini ada di seluruh puskesmas.

Persediaan ABU guna mengantisipasi korban gigitan ular berbisa. Penanganan gigitan ular berbisa harus cepat dengan diberi serum ABU agar tidak menimbulkan kematian. Saat ini, menurut Triono, ular berbisa yang mematikan, antara lain ular tanah, ular hitam, ular kobra, dan ular belang.

Ular mematikan tersebut biasa hidup di sekitar semak belukar hutan, rerumputan ilalang, dan areal persawahan. Saat musim hujan banyak warga menjadi korban gigitan ular berbisa ketika membersihkan ladang, kebun, sawah, dan tumpukan kayu. Selain itu, pada malam hari saat musim hujan, banyak ular berbisa berkeliaran di jalan-jalan hingga ke permukiman warga.

Binatang melata itu berkeliaran untuk mencari makan seperti kodok dan tikus. Petani kerap kali menghadapi risiko gigitan ular berbisa dalam pembukaan ladang dan kebun. "Kami siap memberikan pengobatan bagi warga yang digigit ular dengan menyediakan stok serum ABU," katanya.

Menurut Triono, selama ini jumlah warga yang digigit ular di Kabupaten Lebak setiap tahunnya mencapai ratusan kasus. Masyarakat yang digigit ular berbisa diminta langsung ke puskesmas atau rumah sakit agar dapat cepat ditangani. Sebab bisa ular cepat menjalar ke dalam tubuh, jika lambat ditangani.

"Kami minta warga tetap waspada jika ke ladang maupun kebun. Selalu menggunakan sepatu bot untuk menghindari gigitan ular," ujarnya. Kepala Puskesmas Cisimeut Kabupaten Lebak, Dede, mengatakan saat ini stok ABU cukup. Dia berharap setiap warga yang digigit ular berbisa segera ke puskesmas agara diberi serum.

"Jika digigit ular segera larikan ke puskesmas untuk mendapat pertolongan medis," katanya.

Sementara itu, Eni, warga Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak mengaku terpaksa dilarikan ke RSUD Adjidarmo Rangkasbitung untuk mendapat penanganan dan perawatan medis akibat gigitan ular berbisa.

"Kami menjadi korban gigitan ular berbisa jenis ular tanah saat membersihkan tumpukan gabah setelah dijemur," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.