Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Angka Keberhasilan Transplantasi Ginjal Sangat Tinggi

📅 Jumat, 20 Jan 2023, 19:34 WIB | Oleh:
Angka Keberhasilan Transplantasi Ginjal Sangat Tinggi Doc: ISTIMEWA
Ket. Ginjal

JAKARTA - Penyakit ginjal kronik saat ini menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia termasuk Indonesia. Di tanah air angka prevalensinya penyakit tersebut sekitar 10 persen pada orang dewasa.

Penyakit ginjal kronik yang tidak dapat diatasi dengan pengobatan dan diet rendah protein akan berakhir dengan gagal ginjal. Tingkat kejadian gagal ginjal yang kronik (GGK) meningkat dari 0,2 persen pada 2013 menjadi 0,38 persen pada 2018.

Untuk mengatasi gagal ginjal yang menurunkan kualitas hidup pasien yang pada umumnya memerlukan pengobatan pengganti ginjal, yaitu cuci darah atau dialisis atau transplantasi ginjal. Dibandingkan dialisis, transplantasi ginjal merupakan terapi gagal ginjal paling ideal karena bisa mengatasi permasalahan akibat penurunan fungsi ginjal.

"Sedangkan dialisis hanya dapat mengatasi sebagian masalah saja," jelas Ketua Tim Transplantasi Ginjal RS Siloam ASRI Prof. Dr. dr. Endang Susalit, Sp.PD-KGH, FINASIM, dalam diskusi dengan tema Keberhasilan Transplantasi Ginjal di Indonesia, di Jakarta baru-baru ini.

Ia menerangkan, manfaat transplantasi dalam meningkatkan harapan hidup. Sebagai contoh pasien dialisis yang disebabkan oleh diabetes melitus yang dinyatakan memiliki harapan hidup 8 tahun. Jika dilakukan transplantasi ginjal, pada kelompok umur yang sama, harapan hidupnya meningkat menjadi 25 tahun.

Tingkat keberhasilan transplantasi ginjal di Indonesia pada saat ini mencapai di atas 95 persen. Sebagai pembanding, RS Siloam ASRI mencatat tingkat keberhasilan hidup satu tahun sebesar 95,6 persen dan tingkat keberhasilan cangkok ginjal 1 tahun sebesar 98,0 persen.

Sementara menurut laporan European Renal Association Registry pada 2013, rata-rata global untuk tingkat keberhasilan hidup 1 tahun adalah 95,8 persen. Angka tingkat keberhasilan cangkok ginjal 1 tahun adalah 98,6 persen.

Ia menerangkan, di Indonesia transplantasi ginjal mengalami berbagai kemajuan yang pesat dalam bidang medis dan bedah. Saat ini di Indonesia sudah diterapkan metode pemeriksaan persiapan operasi dan obat imunosupresan terbaru sehingga mengurangi angka rejeki.

"Teknik operasi terbaru yang sama dengan di luar negeri pun sudah diterapkan, sehingga keberhasilan harapan hidup donor dan pasien tidak berbeda dengan hasil di luar negeri. Contohnya, jika dahulu teknik pengambilan ginjal donor dilakukan dengan cara nefrektomi terbuka, sekarang dilakukan dengan metode laparoskopi yang sangat bermanfaat bagi pendonor," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. dr. Nur Rasyid, Sp.U (K), Ketua ASRI Urology Center (AUC) mengemukakan, hemodialisis kronik, transplantasi ginjal memiliki keunggulan. Keunggulan dimaksud adalah memperpanjang angka harapan hidup, memperbaiki kualitas hidup serta efisiensi total pembiayaan jangka panjang.

"Transplantasi ginjal sudah dilakukan di Indonesia sejak tahun 1977, namun baru berkembang pesat pada tahun 2011 dan sampai saat ini telah dilakukan lebih dari 1.200 kasus. Namun jumlah tersebut masih sangat kecil dibandingkan populasi & penderita GGK," kata dia.

Prosedur dilakukan dengan memasukkan alat laparaskopi melalui rongga perut (peritoneum dimana terdapat usus dan organ-organ lain). Bedah berupa tindakan operasi yang dilakukan melalui sistem mini dinding perut dan memasukkan teropong kamera ke dalam perut yang sifatnya kurang invasif.

Selanjutnya membuka ruangan belakang tempat ginjal berada. Sejak 2018 dikembangkan teknik baru, laparaskopi langsung ke lokasi ginjal (retroperitoneal), hal ini membutuhkan keterampilan yang lebih baik dari operator, namun memberikan keuntungan yaitu komplikasi yang lebih rendah bagi pendonor.

"Sebelumnya operasi pengambilan ginjal dilakukan dengan teknik transperitoneal untuk mendapatkan lapangan pandang yang luas dan secara teknis lebih mudah dibandingkan retroperitoneal. Dampaknya malah membuat sakit pendonor dalam jangka panjang. Hal ini membuat pendonor tidak mau mendonorkan ginjalnya," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.