Angka Keberhasilan Transplantasi Ginjal Sangat Tinggi
📅 Jumat, 20 Jan 2023, 19:34 WIB | Oleh: Haryo Bronodr Nur mengungkap, di RS Siloam ASRI, operasi pengangkatan ginjal donor dilakukan 100 persen dengan laparoskopi. Awalnya melalui prosedur transperitoneal dengan keuntungan lapangan pandang operasi yang lebih luas,
Pengembangan laparaskopi donor nefrektomi melalui retroperitoneal dimulai dengan membuat ruangan baru di area ginjal, yang bisa memberikan akses langsung ke pembuluh darah ginjal tanpa melalui rongga perut dan memindahkan usus besar sehingga menurunkan risiko komplikasi," ujar dr. Nur Rasyid.
Pada 2020, tim transplantasi di RS Siloam ASRI sudah mulai mengembangkan teknik laparoskopi retroperiteneal. Sampai saat ini, rumah sakit tersebut telah melakukan operasi laparaskopi donor transperitoneal sebanyak 78 pasien dengan 1 komplikasi, dan retroperitoneal sebanyak 137 pasien tanpa adanya komplikasi.
"Dalam proses operasi transplantasi ginjal pada resipien (penerima), secara fundamental yang harus dikuasai operator adalah penyambungan pembuluh darah (anastomosis vaskuler) dari donor ke resipien," ungkapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam paparannya, ia juga mengemukakan bahwa pada pemeriksaan CT angiografi untuk melihat pembuluh darah ginjal donor seringkali ditemukan calon donor yang memiliki pembuluh darah arteri ginjal lebih dari satu atau yang disebut dengan multiple renal artery (MRA). Pada awal pengembangan transplantasi, calon donor seperti ini tidak ideal, sehingga kadang diminta mencari donor lain.
Namun, dengan pengembangan kemampuan operasi (microsurgery) dari tim resipien RS Siloam ASRI yang mampu menyatukan beberapa pembuluh darah menjadi satu bagian, hal ini memberikan kesempatan lebih besar pada ketersediaan donor dan memberikan keberhasilan yang sama baiknya dengan donor yang pembuluh darah arteri tunggal."
Prosedur persiapan transplantasi yang mulus atau seamless memerlukan adanya kerja sama yang baik antara koordinator transplan, tim advokasi (melaksanakan tugas KTN) yang baik, dokter spesialis nefrologi yang memastikan tingkat kecocokan organ donor dan resipien, dokter spesialis radiologi yang dapat menampilkan pembuluh darah donor dan resipien dengan baik, serta seluruh tim dokter spesialis yang memastikan toleransi operasi pasien cukup untuk melaksanakan transplantasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pada pelaksanaannya, dilakukan anestesi oleh tim anestesi yang berpengalaman dalam transplantasi organ di samping kesiapan tim bedah urologi untuk donor dengan laparaskopi dan untuk resipien dengan teknik bedah mikro sehingga menurunkan morbiditas dan meningkatkan keberhasilan transplantasi ginjal di RS Siloam ASRI hingga saat ini," tutupnya.
Tidak Ada Efek Samping
Salah penerima donor dan pendonor yang telah menjalani transplantasi ginjal adalah pasangan suami istri Aipda Renaldy Alamsyah (38)Dwi Ariyanti Pratiwi (37). Dilakukan pada Maret 2021, kebetulan berdasarkan hasil analisa ginjal Tiwi demikian dipanggil cocok untuk ditransplantasikan ke Renaldy.
Pada November 2019 Renaldy mengeluh Merasa sakit November 2019, merasa capek, sering muntah. Setelah konsultasi penyakit dalam malah didiagnosa maag. Setelah diobati ternyata tidak kunjung sembuh muntah-muntah masih berlanjut.
"Setelah dicek darah total diketahui fungsi ginjal saya 5 persen. Selanjutnya ia dibawa ke Palembang karena kota kecil Lubuklinggau tidak ada fasilitas untuk menangani. Selama itu juga solusi yang saya dijalani berupa cuci darah," katanya,
Setelah menjalani dialisis sebanyak 3 kali dalam seminggu selama 1 tahun dan sempat berobat ke Malaysia akhirnya keduanya menjalani transplantasi di Siloam ASRI pada Maret 2021. "Bapak menerima saja saya yang banyak usaha. Makanya support system untuk penderita gagal ginjal cukup penting," ujar Tiwi pada kesempatan tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!