Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wu Zetian, Kaisar Tiongkok Super Tajir Nan Kejam

📅 Kamis, 19 Jan 2023, 10:50 WIB | Oleh:
Wu Zetian, Kaisar Tiongkok Super Tajir Nan Kejam Doc: British Library Robana/Getty Images
Ket. Wu Zetian.

Sosok Wu Zetian kian terkenal dalam sejarah Kekaisaran Tiongkok. Ada banyak alasan mengapa Wu bisa amat populer.

Selain menjadi satu-satunya 'kaisar' perempuan dalam Kekaisaran Tiongkok yang berdiri selama 4.000 tahun, Wu terkenal karena pemerintahannya yang sangat efektif dan juga harta kekayaannya yang melimpah.

Nama Wu bahkan menghiasi daftar 10 perempuan paling kaya sepanjang sejarah versi Time. Ia bahkan dilaporkan jauh lebih kaya ratu Mesir paling terkenal, Cleopatra.

Memerintah pada abad ke-7 Masehi, Wu mengatur pemerintahan seefektif mungkin. Berkat perdagangan komoditas berharga berupa teh dan sutra di sepanjang Jalur Sutra (Silk Road), Wu berhasil membuat rakyat yang dipimpinnya amat makmur. Wu juga terkenal memperjuangkan kebutuhan masyarakat kelas bawah.

Selama 15 tahun kekuasaannya, Wu membuka kesempatan bagi perempuan-perempuan lain untuk berprestasi di segala bidang.

Berkat kesuksesan demi kesuksesan yang ia raih, Wu berhasil menyebarkan pengaruh kerajaannya hingga ke Asia Tengah dan menjadikan kerajaannya sebagai yang terbesar di dunia kala itu.

Meski begitu, sejarah mencatat Wu sebagai salah satu wanita paling kejam di dunia.

Wu Zetian lahir dari keluarga yang relatif kaya dan memiliki orang tua yang sangat progresif. Meski saat itu sangat sedikit anak perempuan yang disekolahkan, ayah Wu tetap memastikan putrinya menerima pendidikan yang menyeluruh.

Pendidikan itu membawa Wu menjadi fasih dalam berbagai mata pelajaran, termasuk menulis, musik, sastra, dan mungkin yang paling penting, politik dan urusan pemerintahan.

Melansir laman The Collector, pada usia 14 tahun, Wu dipanggil ke istana kekaisaran untuk menjadi selir Kaisar Taizong. Meskipun dia bukan selir favoritnya, konon Wu bersedia memenuhi selera seksual Kaisar Taizong yang tak biasa. Akhirnya, Wu berhasil mendapatkan rasa hormat yang signifikan dari kaisar.

Karena tidak memiliki anak dari Kaisar Taizong, Wu dikirim ke ordo monastik untuk menjalani hidup mereka sebagai biarawati Buddha usai sang Kaisar meninggal.

Namun Wu bagaimanapun, berhasil memasuki istana karena perintah Kaisar Li Zhi yang merupakan putra bungsu dari mendiang Kaisar Taizong. Li Zhi, yang kemudian bernama Kaisar Gaozong, membawa Wu kembali ke istana kekaisaran untuk menjadi selirnya.

Walau tidak biasa, hal ini tidak mengejutkan karena Li dan Wu sempat berselingkuh saat Kaisar Taizong masih hidup.

Pada tahun 652, Wu yang masih berstatus selir kala itu melahirkan seorang putra dari Kaisar dan menyingkirkan Permaisuri dari hati sang Kaisar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Swiss Siap Menjadi Tuan Rum...

Warga Russia Dibatasi dalam Membeli Bahan Bakar Kendaraan

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Warga Russia Dibatasi dalam...
Nasional
IABI: Gempa Magnitudo 6,7 d...

Harga Cabai Rawit Rp73.000/Kg, Telur Ayam Rp29.550/Kg

56 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp73.000/...
Ekonomi
Pertamina Geothermal Energy...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.