Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Tangerang Pertimbangkan Peralihan Pemakaian BBM ke Pertalite

📅 Rabu, 17 Jun 2026, 07:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Tangerang Pertimbangkan Peralihan Pemakaian BBM ke Pertalite Doc: ANTARA
Ket. Sejumlah pengendara mengantre di SPBU Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, dengan dominasi mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite.

KABUPATEN TANGERANG – Sejumlah warga pengguna kendaraan bermotor di Kabupaten Tangerang, Banten, mulai mempertimbangkan peralihan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis pertalite sebagai antisipasi pengeluaran berlebih dampak dari kenaikan harga pertamax.

Selain itu, di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax 92 ini, juga berdampak pada pengeluaran rumah tangga, sehingga menjadi bahan pertimbangan untuk memulai peralihan konsumsi bahan bakar tersebut.

"Kalau sudah tahu naik begini mau tidak mau pindah dulu ke pertalite, sampai harganya normal lagi," kata Deden Suhendi (50), saat ditemui di SPBU Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Selasa (16/6).

Ia mengaku atas kenaikan harga yang cukup signifikan pada jenis bahan bakar minyak pertamax yang mencapai Rp4.000 per liter ini menambah beban pembiayaan operasional rumah tangganya.

Dia setiap hari menggunakan kendaraan pribadi untuk bepergian dan bekerja dari wilayah Tigaraksa, Kabupaten Tangerang menuju Kota Tangerang, sehingga harus menambah biaya harian yang lebih tinggi lagi.

"Agak kaget sih liat kenaikannya, tadi isi Rp40.000 yang biasanya sudah full, sekarang cuma keisi setengahnya saja," ujar dia.

Seorang pengendara asal Cikupa, Numahadi (29), mengatakan dengan terjadinya kenaikan harga BBM ini juga menjadi bahan pertimbangan untuk peralihan konsumsi dari sebelumnya nonsubsidi menjadi ke subsidi.

Menurutnya, langkah peralihan ini menjadi bukti bila dampak kenaikan bahan bakar yang dilakukan oleh Pertamina sangat memberatkan masyarakat.Sehingga, ujar dia lagi, pemerintah bisa mengkaji lebih dalam sebelum mengeluarkan kebijakan kenaikan harga BBM tersebut.

"Harapannya pemerintah bisa menstabilkan lagi harganya, karena mau bagaimana pun ini sangat memberatkan. Apalagi bahan pokok pada naik, ditambah harga BBM naik juga," kata dia pula.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga mengumumkan kenaikan harga produk bahan bakar minyak jenis pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026.

Harga bahan bakar nonsubsidi pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Perusahaan memastikan keamanan pasokan BBM di jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Pertamina di seluruh Indonesia.

Perusahaan menyampaikan bahwa harga produk bahan bakar Pertamina selain pertamax dan Pertamax Green tidak naik.

Harga produk bahan bakar nonsubsidi Pertamax Turbo (RON 98) tetap Rp20.750 per liter, dexlite (CN 51) tetap Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) tetap Rp24.800 per liter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Tim SAR Jepang Intensifkan ...

Para Pemimpin Serukan Perlambatan Industri AI

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Para Pemimpin Serukan Perla...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

Gemarikan Cegah "Stunting" Digencarkan Forikan Kalbar untuk Bangun Generasi Indonesia Emas 2045

Gemarikan Cegah "Stunting" Digencarkan Forikan Kalbar untuk Bangun Generasi Indonesia Emas 2045

29 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 3
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
# 3
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.