Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Piala Dunia Anak Jalanan' Berdayakan Anak-anak Terpinggirkan

📅 Sabtu, 22 Okt 2022, 05:12 WIB | Oleh:
“Piala Dunia Anak Jalanan' Berdayakan Anak-anak Terpinggirkan Doc: Street Child United
Ket. Ubah Jalan Hidup l Mantan anak jalanan dari Tanzania, Saddock John (tengah), saat melatih anak-anak bermain sepak bola di komunitasnya. John mengatakan bahwa sepak bola telah mengubah jalan hidupnya saat ini.

Lebih dari sebulan sebelum turnamen Piala Dunia FIFA dimulai di Qatar, Doha telah mulai menyelenggarakan turnamen sepak bola lainnya, yakni Piala Dunia Anak Jalanan.

Dilangsungkan setiap empat tahun sekali di negara yang sama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA, Piala Dunia Anak Jalanan ditujukan untuk merayakan bakat anak-anak rentan dari seluruh dunia yang hidup dalam kemiskinan ekstrem.

Tahun ini, 28 tim dari 24 negara, mewakili anak-anak jalanan dari seluruh dunia, diberi kesempatan untuk merasa dihargai oleh masyarakat.

Meski mempertontonkan aksi anak jalanan, acara ini sebetulnya mempertemukan anak jalanan dan mantan anak jalanan yang berhasil mengubah hidup mereka, seperti dari Brasil, Afrika Selatan, Nikaragua, Ukraina, India, Filipina, dan Tanzania.

Menurut CEO Piala Dunia Anak Jalanan, John Wroe, turnamen ini dirancangnya dulu karena terinspirasi oleh seorang anak laki-laki yang ditemuinya di Afrika Selatan.

"Saya bertemu dengan seorang anak laki-laki bernama Andelay yang senang bermain sepak bola. Ia telah berada di jalanan selama sepuluh tahun dan ia berkata kepada saya: ketika orang melihat saya di jalanan, mereka berkata, saya adalah anak jalanan, tetapi ketika mereka melihat saya bermain sepak bola, mereka berkata, saya adalah manusia. Saya adalah orang seperti Anda. Dan itu memberi saya ide untuk menyelenggarakan Piala Dunia Anak Jalanan," papar Wroe.

Turnamen ini tidak hanya merayakan kecintaan anak-anak jalanan terhadap sepak bola, tapi juga mengadvokasi hak-hak mereka, seperti identitas, perlindungan dari kekerasan, akses ke pendidikan dan kesetaraan gender. UNICEF mengatakan sekitar 356 juta anak hidup dalam kemiskinan ekstrem di seluruh dunia.

Saddock John adalah salah satu mantan anak jalanan itu. Sadock tumbuh di jalanan Tanzania, bermain sepak bola dan menjadi bagian dari berbagai geng yang akan membobol rumah.

Dia mengatakan ayahnya adalah orang yang sangat kaya, tetapi hidup berubah ketika ayahnya itu meninggalkan keluarga. "Ayah saya tadinya adalah penjaga gawang tim militer di desa saya. Kakak-kakak saya juga bermain sepak bola, jadi olahraga ini seperti saya mengikuti jejak mereka," ucap John.

John kemudian menuturkan bahwa ia dibesarkan oleh seorang ibu tunggal di Mwanza setelah ayah saya meninggalkan keluarga. Setelah ayahnya meninggalkan keluarga, ibunya melakukan segalanya tetapi sebagian besar waktu dia sakit dan dirinya harus keluar untuk mencari apapun agar bisa menyuguhkan makanan di atas meja untuk keluarganya.

"Saya adalah anak kelima di antara enam anak laki-laki dalam keluarga. Kehidupan di jalanan sangat keras. Anda harus mencuri, melakukan apa saja, untuk bertahan hidup. Sementara bermain sepak bola di jalanan sangat menyenangkan karena itu adalah salah satu cara untuk memblokir semua hal lain dan menghilangkan stres yang saya alami," ucap dia.

Namun sepak bola juga membuat John menyadari bahwa hidup lebih dari apa adanya saat itu. "Saya tidak malu berbagi cerita saya, tentang bagaimana saya berakhir di jalanan dan bagaimana saya bangkit dari sana. Menjadi anak jalanan bukanlah akhir dari perjalanan. Anda dapat melakukannya jika Anda fokus pada apa yang Anda inginkan. Bagi saya, itulah sepak bola saat itu,"ungkap John.

Kepandaiannya memainkan bola bundar di jalanan menarik perhatian sebuah sekolah sepak bola yang kemudian merekrutnya. John kemudian terpilih bermain untuk tim Tanzania di Piala Dunia Anak Jalanan pertama di Afrika Selatan pada 2010 di mana ia mencetak gol pertama.

Empat tahun kemudian di Rio 2014, John menjadi pelatih tim Tanzania. Ia kemudian menghadiri Piala Dunia Anak Jalanan pada 2018 sebagai sosok pemimpin muda berbakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Parade Budaya Sambut Hari Jadi DKI Jakarta ke-499

32 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Parade Budaya Sambut Hari J...
Megapolitan
HBKB Rasuna Said Jadi Upaya...
Ekonomi
Pemberdayaan Ekonomi Warga ...
Nasional
Momentum Perkuat Wisata Dal...
Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.