Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perdagangan Bebas yang Tak Adil Tidak Membawa Damai, Tetapi Bentuk Penindasan Ekonomi

📅 Jumat, 07 Okt 2022, 00:08 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Namun, jika impor barang konsumtif seperti perhiasan/ permata akan merugikan masyarakat. Hal itu, katanya, merupakan bentuk penindasan baru dalam perdagangan bebas. Devisa yang dikumpulkan hanya terkuras untuk barang-barang konsumtif.

"Pemerintah harus melakukan reformasi sektor riil untuk mencegah hal tersebut. Pemerintah juga harus berkomitmen melindungi rakyatnya terutama para petani dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari rent seeker yang menempel di birokrat," kata Andy.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi dari Universitas Airlangga Surabaya, Rossanto Dwi Handoyo, meminta pemerintah untuk melakukan reformasi di sektor riil, khususnya bidang logistik. Sebab, dampak dari tak kunjung dibenahinya sektor logistik harga komoditas pangan dari daerah di luar Jawa begitu sampai di industri sudah terlampau mahal.

Pada akhirnya, hasil produksi mereka kalah dengan barang impor. Jagung misalnya, meskipun harga di sentra produksi seperti di Gorontalo (Sulawesi) hanya 3.000-an rupiah per kilogram, tetapi begitu sampai di Jawa sudah mahal.

Industri akhirnya berpikir kalau mengambil produk lokal tidak efisien, sehingga memilih impor karena lebih murah. Begitu juga ketika mendatangkan ikan pelagis ataupun gurita dari Wakatobi, Sulawesi Tenggara, yang sangat kaya akan hasil lautnya, karena ongkos logistik yang mahal tadi akhirnya industri lebih memilih impor dari luar.

Akibatnya, Wakatobi yang sebenarnya bisa menghasilkan 75 ribu ton ikan per tahun hanya memproduksi 20 ribu ton saja, karena kendala logistik dan pasar tadi. "Percuma daerah punya produksi, tetapi tidak diserap pasar sehingga percuma," papar Rossanto kepada Koran Jakarta, Kamis (6/10).

Intervensi seperti mendatangkan sapi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ke Jakarta dengan kapal pengangkut ternak sekali seminggu berlabuh ke Jawa dinilai bagus diterapkan pada komoditas lain sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

Di industri, reformasi struktural juga perlu karena kebanyakan industri di sektor hilir bahan bakunya bertumpu dari impor seperti otomotif dan elektronik.

Sementara itu, Pakar Pertanian dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya, Ramdan Hidayat, mengatakan kebijakan-kebijakan yang hanya menguntungkan importir atau rent seeker harus diakhiri. Sebagai gantinya, pemerintah harus menggenjot pengembangan subtitusi impor guna mencapai kemandirian pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Harga Emas Antam Turun Lagi...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.