Krisis Pangan Diperkirakan Makin Terasa pada 2023
📅 Senin, 04 Jul 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiBisa Membenahi
Sementara itu, peneliti ekonomi dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Dandy Rafitrandi, menyatakan kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Ukraina dan Russia menunjukkan bahwa Presidensi G20 yang dipegang Indonesia dapat berperan untuk membenahi rantai pasokan pangan global.
Selain berusaha membuka komunikasi di antara kedua negara, Presiden juga berusaha mencari solusi terhadap bibit, bahan pangan, serta pupuk yang selama ini dipasok oleh Russia dan Ukraina.
Dengan kunjungan tersebut, lanjutnya, diharapkan ke depannya juga dapat membuat berbagai bahan terkait sektor pangan yang selama ini dipasok oleh Russia dan Ukraina kembali terintegrasi dengan rantai pasokan dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apalagi, Presiden Russia, Vladimir Putin, diberitakan telah memberikan jaminan keamanan pasokan pangan dan pupuk dari Ukraina dan Russia di hadapan Presiden Jokowi.
"Hal yang harus kita putuskan sekarang adalah bagaimana menjamin rantai pasokan terutama pangan, meningkatkan komitmen dan juga memobilisasi resources (sumber daya) yang kita punya di G20," kata Dandy.
Secara terpisah, Pakar Pertanian dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya, Zainal Abidin, mengatakan krisis pangan sudah lama diprediksi sehingga harus dihadapi dengan kemandirian dan kedaulatan pangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sebagai negara yang pernah swasembada, seharusnya kita mengejar kemandirian yang kemudian bisa menjadi kedaulatan pangan. Selama kebutuhan masih digantungkan pada impor maka tentu akan sulit. Apalagi pangan, energi, air adalah sumber konflik di masa depan," kata Zainal.
Sebab itu, kebijakan pertanian dan perdagangan jangan sampai menyebabkan petani merugi. Petani tentu tidak mungkin mau menanam kalau terus-menerus rugi.
"Kalau sampai mereka berhenti, kita yang rugi karena semakin jauh dari kemandirian," pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!