Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Stagflasi Bayangi Ekonomi RI ke Depan

📅 Selasa, 28 Jun 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Edy Suandi Hamid, yang diminta pendapatnya mengatakan dalam kondisi ekonomi yang sangat terbuka, jika stagnasi ekonomi dan inflasi terjadi bersamaan (stagflasi), imbasnya ke Indonesia sulit dihindarkan. Hal yang bisa dilakukan adalah bagaimana meminimalkan dampaknya.

Menurunnya produksi, jelasnya, akan menurunkan pula permintaan faktor produksi tenaga kerja, yang berarti meningkatkan pengangguran dan kemiskinan.

"Situasi seperti ini sebetulnya sering terjadi dan pemerintah cukup berpengalaman mengatasinya, seperti yang terjadi pada krisis 1998 dan pandemi Covid-19. Maka untuk konteks hari ini sudah saatnya pemerintah mulai start pertumbuhan yang berkualitas yang tidak hanya mengandalkan konsumsi, impor, dan utang," papar Edy.

Dalam setiap krisis yang melanda Indonesia, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selalu menjadi buffer (penyangga) ekonomi nasional. Saat krisis moneter 1998, bank-bank dan perusahaan besar kolaps karena terlalu banyak utang. Akibatnya pengangguran melesat, tetapi UMKM tetap bisa bertahan dan menjadi penopang ekonomi nasional.

Sayangnya, begitu krisis pelan-pelan sudah ditinggalkan, UMKM tidak menjadi perhatian utama dalam setiap kebijakan ekonomi pemerintah. Meski sudah ada perkembangan dalam inklusi keuangan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), tetapi stimulus yang diberikan masih jauh sekali dari yang dibutuhkan.

"Padahal kita tahu, UMKM sampai saat ini merupakan penyerap tenaga kerja terbesar. Mereka harus diberi stimulus agar bisa bertahan di situsi sulit dan tumbuh tinggi saat krisis reda," pungkas Edy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Rekomendasi Akhir Pekan di ...
133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.