Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Musim Kemarau Tapi Curah Hujan Masih Cenderung Tinggi, BMKG Prediksi Musim Kemarau 2022 Mundur

📅 Senin, 23 Mei 2022, 18:18 WIB | Oleh:
Musim Kemarau Tapi Curah Hujan Masih Cenderung Tinggi, BMKG Prediksi Musim Kemarau 2022 Mundur Doc: pixabay

Secara umum Indonesia memiliki 2 musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Biasanya musim hujan terjadi antara bulan Oktober hingga Bulan Maret dan musim kemarau biasanya terjadi antara bulan April hingga bulan September.

Namun musim kemarau tahun ini diprediksi mengalami kemunduran waktu. Menurut Badan Klimatologi dan Geofisika, beberapa daerah di Indonesia akan mengalami keterlambatan waktu musim kemarau.

Hal ini karena analisa BMKG menunjukan La Nina dan potensi peningkatan curah hujan masih dapat terjadi, hingga pertengahan tahun 2022. BMKG menyebut, musim kemarau tahun ini akan datang lebih lambat dibanding biasanya.

Secara resmi, BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia akan mengalami kemunduran. Puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada bulan Agustus 2022.

Curah hujan yang masih tinggi, pada waktu yang seharusnya musim kemarau. Terjadi di beberapa daerah, khususnya di Pulau Jawa. Hal ini membuat, Pulau Jawa berpotensi mengalami kemarau basah. Musim kemarau basah adalah periode waktu kemarau, namun tetap terjadi hujan

Berdasarkan data BMKG, Indonesia memiliki total 342 zona musim. Hal ini membuat beberapa daerah di Indonesia, tidak akan mengalami musim kemarau pada waktu yang sama.

Dari 342 zona musim, 29.8% diprediksi akan mengawali musim kemarau pada bulan April 2022. Zona musim ini adalah Nusa Tenggara, Bali dan Sebagian Pulau Jawa sebelah Timur.

Lalu 22.8% wilayah akan memasuki musim Kemarau pada Mei 2022. Yaitu meliputi sebagian Bali dan Jawa, sebagian Sumatera, sebagian Kalimantan, sebagian Papua dan Maluku.

Kemudian sebanyak 23.7% wilayah akan memasuki musim kemarau pada Juni 2022. Wilayah ini meliputi Sumatera, sebagian Jawa, Kalimantan, Sulawesi, sebagian kecil Maluku dan sebagian Papua.

Sedangkan untuk 23.7% wilayah yang lain. akan memasuki awal musim kemarau tersebar pada bulan Januari, Maret, Juli, Agustus, September dan Oktober.

BMKG mengimbau masyarat untuk tetap waspada, dalam kondisi peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau. Pada waktu ini biasanya, sangat mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang.

Selain itu, pada waktu peralihan cuaca seperti saat ini. Petensi terjadi bencana alam akan semakin besar, khususnya di wilayah perbukitan.

Tanah yang kering akibat cuaca yang panas, akan membuat tanah merekah. Namun jika terkena hujan, kemungkinan terjadi longsor akan sangat tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
JD Vance Tunda Perjalanan k...

Bulog Timika: Stok Beras Aman hingga Lima Bulan ke Depan

52 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Bulog Timika: Stok Beras Am...
  • Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
    Preview komentar:
    Hubungi nomor 082178509155 Atau 1500001 (layanan khusus untuk ...
    Anda dapat menghubungi layanan support (Tokocrypto) melalui nomor ...
  • Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
    Preview komentar:
    Berikut Nomor Whatsapp Resmi Tokocrypto adalah +62 818-898-300, ...
    Perlu di ingat, Saluran resmi Tokocrypto, hanya di ...
  • Rp2,2 Triliun Digelontorkan! Kementerian PKP Kebut Bangun Huntap Pascabencana di Sumatera
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi (Bri QLola) hanya ...
    Saluran resmi (Bri QLola) hanya bisa dihubungi di ...
Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

19 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.