Upaya Mengurangi Emisi Karbon Perlu Aksi Nyata
📅 Kamis, 12 Mei 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiTransisi ke EBT
Pengamat energi dari Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya, Yatim Lailun Nikmah, mengatakan berkaca dari ancaman krisis energi yang semakin nyata akibat konflik di Ukraina maka dunia sudah selayaknya lebih serius melakukan transisi menuju pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
"Perlu lebih serius melakukan langkah-langkah transisi untuk mengejar penggunaan energi bersih ini. Apalagi dengan berbagai konflik dunia yang mengancam distribusi energi, idealnya setiap negara memang harus punya kemandirian energi untuk mengamankan kebutuhan pasokannya sendiri," kata Yatim.
Sementara itu, peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam, mengatakan dunia menunggu komitmen Indonesia untuk mendukung terciptanya world sustanaibilty green economy.
Sebaiknya Anda baca juga:
Negara-negara di dunia, jelasnya, sangat berkepentingan dengan ekonomi hijau di Indonesia. Komitmen Indonesia selalu ditunggu oleh masyarakat internasional untuk mendukung terciptanya world sustanaibilty green economy. Policy ini memang tidak boleh sekadar lips service, tetapi memang harus riil dan ada progress karena dukungan finansial dari masyarakat internasional terhadap Indonesia juga signifikan.
"Kita jelas akan mendapat banyak keuntungan dari kerja visioner ini khususnya untuk masa depan ekonomi bangsa yang berkelanjutan, bukan sesaat. Semakin serius pemerintah mewujudkan komitmen itu, semakin berdampak pada penguatan ekonomi nasional Indonesia," kata Surokim.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!