Cegah Banjir, Tiongkok Sulap 30 Kota Megapolitan Jadi Kota Spons pada 2030
📅 Minggu, 17 Apr 2022, 16:30 WIB | Oleh: Tim PenulisTantangan terbesar bagi konsep kota spon terletak pada tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, terutama dikota-kota berjumlah penduduk besar. Namun Prof. Yu meyakini, celah terbesar ada pada kawasan urban yang masih menyisakan banyak ruang.
"Di negara-negara berkembang, kita selalu berkaca pada London, Paris atau Berlin untuk membangun kota. Sekarang tragedi terjadi karena mereka membangun infrastruktur yang akhirnya menjadi percuma karena perubahan iklim membawa curah hujan ekstrem," kata dia.
Hal senada diungkapkan Faith Chan, Guru Besar Tata Kota di Universitas Nottingham Ningbo, Tiongkok. Pakar kota spon itu ikut terlibat dalam pengembangan konsep kota spon di Ningbo, 150km di selatan Shanghai.
Menurutnya "biaya paling mahal adalah ongkos pembebasan lahan untuk kawasan hijau atau daerah resapan air." Salah satu solusi adalah memanfaatkan lahan hijau yang sudah ada. "Anda tinggal melakukan sedikit pekerjaan teknis untuk menghubungkannya dengan sistem pembuangan air," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dengan cara ini Anda bisa menghemat banyak uang," imbuhnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!