Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Banjir, Tiongkok Sulap 30 Kota Megapolitan Jadi Kota Spons pada 2030

📅 Minggu, 17 Apr 2022, 16:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Banjir, Tiongkok Sulap 30 Kota Megapolitan Jadi Kota Spons pada 2030 Doc: DW
Ket. Kanal air alami sebagai bagian dari konsep kota spons di Chengdu, Tiongkok.

JAKARTA - Tiongkok berambisi menyulap 30 kota megapolitan menjadi kota spons pada 2030. Konsep ini kian populer seiring eskalasi tren cuaca ekstrem yang menggandakan ancaman bencana banjir di kota-kota pesisir. DW melaporkan, Sabtu (16/4).

Sudah selama lebih dari 20 tahun, Prof. Kongjian Yu memperingatkan bahaya bencana iklim bagi kota-kota besar dan mengkampanyekan konsep kota spon di penjuruTiongkok. Dekan jurusan Arsitektur di Universitas Beijing itu meyakini, kota yang membuka ruang bagi air adalah solusi masa depan.

Menurutnya, kota-kota tropis di Asia dan Amerika Selatan didesain denganmengadopsi tata kota air di Eropayang beriklim sedang. Akibatnya, pengelolaan air mengandalkan "infrastruktur abu-abu" berupa saluran atau pipa, bendungan dan kolam penampungan.

Visinya adalah sebuah kota yang tidak lagi ditopang oleh infrastruktur abu-abu. Yu ingin agar kota masa depan membuka ruang bagi daerah resapan air, hutan dan dataran banjir, serta membangun gedung dan jalan yang menyatu dengan lingkungan.

Menyusulbanjir mematikan di Beijing pada 2012, pemerintah Tiongkok menjajal gagasan Yu dan membuat proyek percontohan di 30 kota. Sasarannya adalah mendorong pemerintah kota untuk perlahan membangun infrastruktur kota spons hingga 2030.

Kota Spons Dapat Cegah Banjir

Kota spons dipenuhi kawasan basah yang memungkinkan air terserap secara alami oleh Bumi. Prinsipnya menghambat air, ketimbang menyalurkan air secepat mungkin untuk dibuang atau ditampung di kolam.

Konsep ini menyaratkan pembebasan lahan di sekitar badan air seperti sungai atau rawa. Meski berbiaya mahal, konsep ini vital bagi kelangsungan peradaban manusia, kata Prof. Yu.

"Anda melihat bagaimana bendungan bisa roboh dan membunuh banyak orang. Dan hal ini adalah karena kita membangun bendungan, bukan karena kita tidak membangun bendungan," kata dia kepada DW.

"Jika pun kita membangun sistem raksasa dengan sistem pemipaan yang kuat dan tebal, infrastruktur ini akan rusak dalam 10 tahun atau bahkan setelah setahun," imbuhnya. Tata kelola air yang ada "bukan merupakan solusi adaptif. Ia melawan alam."

Kota spons mempertahanakan air sebagai sumber daya untuk diolah menjadi air minum. Keberadaan lahan basah juga memicu efek samping yang positif untuk mendinginkan kota. Yu mengatakan, vegetasi, sedimen dan organisme mikro bisa secara alami mengurangi kebergantungan pada instalasi penyulingan atau pemurnian air yang mahal.

Menurutnya, jika 1 persen lahan kotadialokasikan untuk daerah resapan air, maka bencana baniir akan berkurang secara drastis. Dalam kasus ekstrem berupa curah hujan 1 dalam 1000 tahun, sebanyak 6 persen lahan harus dialokasikan untuk kawasan hijau demi menampung jumlah air yang besar.

Lantaran mengandalkan sistem alami untuk mencegah bencana, kota spons bisa menghemat sejumlah besar energi yang selama ini digunakan untuk pengelolaan air. Adapun proses penyejukan alami diyakini bakal mengurangi kebutuhan mesin penyejuk ruangan.

Tantangan yang Dihadapi

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.