Mendag Gagal Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok
📅 Selasa, 12 Apr 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Sumber: Bank Indonesia - KORAN JAKARTA/ONES
» Mendag hingga saat ini belum mengumumkan mafia minyak goreng yang pernah dijanjikan.
» Kalau punya niat, pemerintah tidak akan sulit untuk mengatur harga dan ketersediaan minyak goreng.
JAKARTA - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menilai Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi, gagal mengendalikan harga sejumlah kebutuhan pokok. Kegagalan itu terlihat pada masih langkahnya beberapa komoditas sehingga harganya terus merangkak.
Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Rizal E Halim, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/4), meminta Mendag melakukan berbagai aksi nyata untuk mengendalikan sejumlah kebutuhan pokok guna meringankan beban konsumen dan masyarakat secara luas.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Determinasi dalam pengendalian pasokan dan menghadirkan harga yang terjangkau menjadi tugas utama Mendag," kata Rizal.
Lembaga tersebut menilai Mendag M Lutfi gagal mengendalikan stok dan isu minyak goreng yang menyebabkan harga minyak goreng naik tinggi.
Menurut Rizal, situasi kelangkaan minyak goreng terus terjadi bahkan setelah sejumlah peraturan yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan. Mendag juga pernah mengatakan akan memberantas mafia pangan yang menyebabkan harga stok langka, namun sudah hampir beberapa minggu, Mendag belum juga menyampaikan identitas mafia pangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, sejumlah kebutuhan pokok lainnya mulai merangkak naik dari daging, cabai, telur, dan lainnya.
Realita itu, papar Rizal, sangat miris di tengah semangat Presiden Jokowi ingin swasembada pangan. "Kelalaian mengendalikan stok dan isu minyak goreng (migor) kontribusi terbesarnya dari Mendag. Migor curah tetap langka dan sebentar lagi pesta pora dana sawit berlangsung di tengah kesulitan masyarakat," katanya.
Kegagalan Besar
Sementara itu, Guru Besar Ekonomi Pertanian UGM, Masyhuri, mengatakan melambungnya harga pangan adalah kegagalan besar pemerintah. Saat upah nominal sulit naik karena tekanan ekonomi akibat pandemi, naiknya harga pangan membuat inflasi yang menurunkan nilai riil upah pekerja.
"Hidup masyarakat makin sulit dan ini tugas Mendag segera menurunkan harga pangan terutama minyak goreng. Janjinya akhir Maret stok minyak goreng curah banyak, sampai sekarang tidak ada.
Padahal, pemerintah sudah mencabut HET minyak goreng kemasan yang mengakibatkan harga minyak goreng kemasan naik tinggi. Di saat yang sama, Mendag menjamin bahwa pemerintah menyediakan minyak goreng curah dengan harga 14 ribu rupiah per kilogram (kg), namun barangnya sampai hari ini susah didapat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!