Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Membangun Fasilitas Riset Energi Fusi

📅 Kamis, 23 Des 2021, 05:30 WIB | Oleh:
Tiongkok Membangun Fasilitas Riset Energi Fusi Doc: XINHUA
Ket. FUSI NUKLIR - Reaktor yang disebut HL-2M Tokamak mulai beroperasi di Chengdu, Tiongkok Jumat lalu, dengan tujuan akhir menyediakan energi bersih melalui fusi nuklir terkendali.

JAKARTA - Tiongkok tengah membangun satu fasilitas penelitian untuk menginkubasi teknologi inti yang digunakan pada pembangkit listrik energi fusi seperti pada daya matahari.

Fasilitas Riset Komprehensif untuk Teknologi Fusi (CRAFT) itu merupakan platform tempat para perekayasa mengembangkan dan menguji komponen-komponen utama reaktor energi fusi, demikian keterangan Akademi Ilmu Pengetahuan China (ASIPP) pada Senin (20/12).

Fasilitas ini diperkirakan dapat selesai dibangun sekitar tahun 2024 mendatang, menurut Institut Fisika Plasma di bawah ASIPP. Tiongkok telah merampungkan desain teknik sebuah reaktor uji energi fusi, ungkap ASIPP.

Membangun reaktor energi fusi merupakan ambisi baru ilmu pengetahuan Tiongkok setelah Tokamak Superkonduktor Canggih Eksperimental (EAST) milik negara itu meningkatkan eksperimennya.

Berdasarkan pendekatan yang disebut "fusi kurungan magnetik" yang menggunakan medan magnet untuk mengurung bahan bakar fusi dalam bentuk plasma, EAST memulai babak baru eksperimennya pada awal Desember, yang akan berlangsung selama sekitar enam bulan.

Qian Jinping, seorang peneliti ASIPP yang mengelola eksperimen EAST, menuturkan dari ruang kendali bahwa EAST melepaskan listrik lebih dari 100 kali per hari untuk meningkatkan performanya.

Bersuhu Tinggi

Direktur ASIPP Song Yuntao menyampaikan kepada Xinhua dalam wawancara eksklusif bahwa dia dan rekannya mencari cara untuk mempertahankan plasma bersuhu tinggi dalam durasi yang lebih lama.

Mesin seberat 400 ton berbentuk donat ini, yang juga dikenal sebagai "matahari buatan Tiongkok", mencatatkan rekor dunia setelah mencapai suhu plasma 120 juta derajat Celsius selama 101 detik dalam sebuah eksperimen pada 28 Mei lalu.

Terobosan ini menjadi momen penting dalam penggunaan fusi nuklir mirip matahari untuk menghasilkan aliran energi bersih yang stabil. Energi fusi diklaim sebagai solusi masalah energi Bumi.

Menurut perkiraan, melalui reaksi fusi, deuterium dalam satu liter air laut dapat menghasilkan energi yang setara dengan 300 liter bensin.

Reaktor fusi nuklir yang disebut Tiongkok sebagai 'matahari buatan' berhasil dinyalakan untuk pertama kalinya. Seperti dikabarkan media pemerintah setempat dan dilansir dari AFP, beberapa waktu lalu, keberhasilan tersebut menandai kemajuan besar penelitian tenaga nuklir di negeri Tirai Bambu ini.

Reaktor yang disebut HL-2M Tokamak itu merupakan perangkat penelitian eksperimental fusi terbesar dan tercanggih di Tiongkok. Perangkat tersebut diharapkan berpotensi membuka sumber energi bersih yang kuat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Penanganan Korban KM Mutiara Sentosa II

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Penanganan Korban KM Mutiar...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.