Penelitian Selesai Akhir Tahun
📅 Rabu, 24 Nov 2021, 07:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: istimewa
JAKARTA - Penelitian atau analisis kekebalan komunal diharapkan rampung akhir tahun. Demikian Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, di Jakarta, Selasa (23/11). "Penelitian terhadap tingkat kekebalan komunitas terhadap Covid-19 berdasarkan perlindungan vaksin maupun imun tubuh alami ditargetkan rampung paling lambat pekan keempat Desember," katanya.
Menurutnya, saat ini survei antibodi SARS-CoV-2 masih terus bergulir di 34 provinsi. Ini mencakup sekitar 1.000 desa dan wilayah aglomerasi. Wiku mengatakan program tersebut dijalankan Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri serta didukung peneliti dari perguruan tinggi.
Dia menambahkan, hasil penelitian tersebut diharapkan dapat memberi informasi besaran kekebalan komunitas yang telah terbentuk karena pengaruh infeksi alamiah dan vaksinasi. "Hasil tersebut dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan," katanya.
Sebelumnya, pakar epidemiolog Universitas Gadjah Mada memperkirakan kemungkinan 80 persen warga sudah terpapar varian Delta. Sebelumnya, menurut Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, penurunan laju vaksinasi dalam tujuh pekan terakhir dipicu sikap masyarakat dan pemerintah daerah yang memilih-milih pilih merek vaksin.
"Jadi, vaksinasi tertunda karena mencari merek tertentu," katanya. Ia mengatakan salah satu penyebab masyarakat pilih-pilih merek vaksin karena dipengaruhi hoaks. "Tapi ada juga yang belum dapat info karena berada di kawasan perdesaan," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemda yang pilih-pilih merek vaksin, kata Nadia, karena takut tidak mendapatkan sasaran.
Pihaknya masih menunggu pengiriman vaksin untuk dosis kedua dari produsen. Menurut Nadia, solusi agar laju vaksinasi kembali meningkat, memberi edukasi bahwa vaksin terbaik yang tersedia saat ini.
Sementara itu, Badan Intelijen Negara terus menggencarkan vaksinasi dengan penyisiran dari pintu ke pintu permukiman masyarakat pelosok Jawa Barat. Kepala BIN Jawa Barat Brigjen TNI Deddy Agus Purwanto mengatakan, vaksinasi door to door mampu meningkatkan partisipasi masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami mengadopsi metode vaksinasi beberapa negara yang telah mampu meningkatkan partisipasi. Kami menjangkau keluarga yang belum mempunyai akses dan takut keluar rumah untuk menghindari penularan," kata Deddy.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!