Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasil Penelitian Menunjukkan Efektivitas Vaksin Covaxin Tinggi

📅 Sabtu, 13 Nov 2021, 05:05 WIB | Oleh:
Hasil Penelitian Menunjukkan Efektivitas Vaksin Covaxin Tinggi Doc: PRAKASH SINGH / AFP
Ket. TIDAK MENIMBULKAN MASALAH - Petugas menyiapkan dosis vaksin Covaxin di pusat vaksinasi New Delhi, beberapa waktu lalu. Penelitian di Lancet menyebutkan Covaxin vaksin pertama yang dikembangkan di India, “sangat manjur” dan tidak menimbulkan masalah keamanan.

PARIS - Penelitian yang diterbitkan di Lancet, Kamis (11/11), menyebutkan Covaxin, vaksin Covid-19 pertama yang dikembangkan di India, "sangat manjur" dan tidak menimbulkan masalah keamanan.

Covaxin, yang dikembangkan Bharat Biotech, memperoleh persetujuan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) minggu lalu, dan telah diizinkan untuk digunakan di 17 negara.

"Sangat cocok untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah karena persyaratan penyimpanan yang sangat mudah," kata WHO.

Sementara itu, beberapa vaksin lain yang disetujui harus disimpan pada suhu yang sangat rendah, yang menimbulkan masalah logistik dan biaya. "Covaxin sangat manjur terhadap penyakit Covid-19 bergejala yang dikonfirmasi laboratorium pada orang dewasa," kata laporan itu.

"Vaksin itu juga ditoleransi dengan baik tanpa masalah keamanan yang diangkat dalam analisis sementara ini," tambahnya.

Tingkat Kemanjuran

Menurut WHO, vaksin tersebut memiliki tingkat kemanjuran 78 persen setelah dua dosis selama sebulan.Covaxintelah bergabung dengan vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Pfizer/BioNTech, Moderna, AstraZeneca, Johnson&Johnson, Sinopharm, dan Sinovac, dalam daftar yang disetujui WHO.

"Peluncuran Covaxin dapat meningkatkan kapasitas produksi global yang terbatas, dan meningkatkan pasokan vaksin yang tidak mencukupi yang secara tidak proporsional memengaruhi negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah," kata peneliti Tiongkok, Li Jingxin Li dan Zhu Fengcai, yang tidak ambil bagian dalam studi itu.

Namun, mereka menyebutkan batasan tertentu untuk penelitian ini dengan mengatakan bahwa karena uji coba dilakukan hanya di India, ada kelompok studi yang kurang beragam secara etnis.

Studi juga dilakukan antara November 2020 dan Januari 2021, sebelum varian virus Delta yang lebih menular menyebar luas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.