MBKM Strategi Siapkan Kompetensi Baru
📅 Sabtu, 30 Okt 2021, 06:00 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rupMenurut Bapak, bagaimana pengembangan teknologi bisa beriringan dengan budaya masyarakat kita?
Menurut saya kultur di Indonesia ada sisi positif yang tidak dimiliki negara lain. Santun, ramah, religius, menghargai, dan penuh kehati-hatian. Menurut saya, itu bagus dan harus dijaga dalam proses transfer pendidikan. Jadi, pendidikan tidak hanya transfer informasi, knowledge, tapi juga transfer nilai dan keteladanan.
Menurut saya, adaptasi memanfaatkan platform inovasi digital secara subjektif blended learning pilihan tepat. Inovasi digitalisasi dilakukan, hubungan humanisnya harus tetap dijaga. Pemahaman literasi digital harus ada. Masifnya pertukaran data dan informasi harus memberikan kesadaran serta pemahaman kepada masyarakat tentang literasi digital. Mungkin ada muatan kurikulum terhadap generasi ke depan pemahaman terhadap hal tersebut.
Di masa pandemi Covid-19 ini, bagaimana keterlibatan Untirta dalam proses pencegahannya?
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Untirta kami sudah menyiapkan antisipasi pandemi Covid-19 sebelum pemerintah menetapkan menjadi wabah dunia. Kami langsung mengedarkan surat edaran rektor untuk menarik pulang tenaga dosen yang sedang berada di luar negeri untuk mengantisipasi penyebaran covid-19. Untuk mereka yang bertugas dalam jangka pendek di luar negeri, harus lockdown. Ini termasuk penyiapan fasilitas di kampus, sudah dilakukan.
Begitu ditetapkan, kami sudah siap beradaptasi dengan kebijakan pemerintah. Untuk berkuliah daring juga sudah siap. Seluruh kegiatan riset diarahkan membantu penanganan covid-19 di masyarakat. Hal itu termasuk sosialisasi dan pemberian perangkat pencegahan seperti hand sanitizer. Selain itu, Untirta masuk dalam gugus tugas pemda baik provinsi maupun kabupaten/kota. Ini untuk memberikan pencerahan bahwa Covid-19 menjadi tugas utama bersama untuk dicegah penularannya.
Kampus menggunakan tagline Untirta Jawara. Apa maksudnya?
Sebaiknya Anda baca juga:
Untirta punya kesepakatan dan komitmen untuk visi. Di bawah periode kepemimpinan saya adalah Untirta yang terintegrasi, smart, green, unggul, berkarakter, dan berdaya saing di tingkat ASEAN pada tahun 2030. Dengan kesepakatan value atau nilainya itu jawara. Jawara ini kependekan dari jujur, adil, wibawa, amanah, religius, dan akuntabel. Ini harus jadi landasan seluruh elemen civitas academica Untirta dalam pelaksanaan setiap layanan tridarma PT.
Value ini kami peras dari sejarah karakter dua tokoh sentral utama yaitu Sultan Ageng Tirtayasa dan Syekh Nawawi Al Bantani, tokoh intelektual Banten berkelas dunia dengan karya-karya monumentalnya. Ini sudah jadi kesepakatan atau value yang menjadi landasan pergerakan pelaksanaan tridarma PT. Semuanya dituangkan dalam dokumen statuta Untirta. Saya kira itu. Jadi, bukan jawara seperti di terminal-terminal.
Riwayat Hidup*
Nama: Fatah Sulaiman
Tempat, tanggal lahir: Serang, Banten, 6 Oktober 1968
Pendidikan:
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!